Sabtu, 08 September 2018

8 Cara Agar Anggota Grup WhatsApp Tidak Keluar

grup whatsapp

Ketika kamu menjadi admin grup WA, hal yang paling menyebalkan adalah ketika anggota grup keluar.
Apapun alasannya, orang keluar dari grup WA karena sudah merasa tidak nyaman didalammya.
Oleh karena itu jika kamu sebagai admin grup perlu menciptakan suasana yang nyaman di grup kamu agar anggota grup kamu betah.

Mungkin kamu yang sebagai admin grup WA ketika membaca artikel ini akan bertanya “kenapa fokusnya ke admin grup?”
Karena kalau diibaratkan grup adalah rumah, admin adalah tuan rumah, sedangkan anggota adalah tamunya.
Sudah sepantasnya tuan rumah membuat betah tamu-tamunya

Berikut ini hal-hal yang bisa kamu lakukan agar anggota grup WA kamu betah tanpa pernah terfikir untuk keluar

1.   Merespon tulisan yang dibagikan
Ketika seseorang membagi tulisan tentunya berharap ada yang merespon
Kalau sudah berulangkali membagi tulisan tetap nggak ada yang merespon maka akan timbul perasaan dicuekin, merasa tidak dianggap
Kalau sudah begini keinginan untuk keluar dari grup pasti muncul
Oleh karena itu ketika ada anggota yang membagi tulisan, belum ada yang merespon, adminlah yang merespon
Bisa juga admin mempengaruhi anggota lain untuk merespon

Tulisan tidak direspon kadangkala bukan isinya yang tidak menarik, tapi susunan tulisannya yang membuat orang malas untuk merespon
Misalnya tulisan yang dikirim panjang tanpa paragraf, ini akan membuat orang malas membaca
Kalau tulisan tidak dibaca bagaimana meresponnya? Akhirnya dibiarkan saja tanpa respon
Oleh karena itu setiap anggota grup upayakan membuat paragraf ketika menulis

Disamping itu agar tulisan tidak membosankan rubah format tulisan biasa, tambahkan juga berbagai format tulisan seperti tulisan tebal, miring, coret tengah dll.

Cara membuatnya sebagai berikut :
1)   Membuat Tulisan Tebal (Bold)
Tulisantebal untuk pernyataan yang dianggap penting (penekanan khusus)
Caranya :
Tambahkan tanda bintang (*) di depan dan di belakang tulisan yang mau di kirimkan.
Contoh : *Penting Sekali*

2)   Membuat Tulisan Miring (Italic)
Tulisan miring untuk menandakan pernyataan yang bersifat asing.
Caranya :
Tambahkan tanda garis bawah atau underscore (_) di depan dan di belakang tulisan yang mau dikirim
Contoh : _Bersifat  Asing_

3)   Membuat Tulisan Coret Tengah (Strikethrough)
Tulisan coret di tengah untuk menandakan revisi dan koreksi tulisan ketika chatting.
Caranya :
Tambahkan tanda tilde (~) di depan dan di belakang tulisan yang mau dikiri m
Contoh : ~Revisi dan Koreksi~

4)   Membuat Tulisan Berwarna Biru (Teks Biru)
Install aplikasi Blue Text 
Buka aplikasi Blue Text lalu ketikkan tulisan yang mau dirubah warnanya.
Kalau sudah, tekan ikon Copy untuk menyalin tulisan.
Pastekan di kolom chat whatssapp.
Kirimkan ke teman atau grup kamu.

Kalau diatas tujuannya agar tulisan menarik untuk dibaca, kalau format tulisan dibawah ini untuk bercanda supaya tidak jenuh
5)   Membuat Tulisan Terbalik (Upside Down)
Caranya :
Install aplikasi Upside Down (Flip Text) 
Masukkan tulisan normal pada kolom bagian atas pada aplikasi, hasilnya bisa dilihat di bagian bawah.
Hasilnya lau dicopy dan dipastekan pada chatting WhatsApp 

6)   Membuat Tulisan Alay (Fancy Font)
Caranya :
Install aplikasi Fancy Text (For Chat) 
Buka aplikasi dan pilih Fancy Text.
Pada kolom Enter Text Here, masukkan tulisan yang mau dikirim
Pilih tulisan alay mana yang mau dikirimkan.
Tap salah satu gaya tulisan, lalu pilih WhatsApp untuk meneruskan pesan ke teman atau grup kamu.

7)   Membuat Chat Kosong (Empty Chat)
Caranya :
Install aplikasi Empty 
Buka aplikasi, lalu tap tombol Send untuk mengirimkannya ke teman atau grup kamu.

2.   Rajin Menyapa
Salah satu tujuan grup WA adalah membangun silaturrahmi
Oleh karena itu ketika grup sepi, sebagai admin buatlah sapaan ringan agar anggota lain terpancing untuk merespon
Misalnya : selamat pagi, selamat siang, lagi ngapain?, dll
Disamping itu admin grup juga harus mempunyai stok bahan yang akan dibagikan
Kadangkala grup sepi selain karena sibuk, juga disebabkan para anggota kehabisan bahan yang akan dibagikan

3.   Hilangkan Suasana Formal
Kenapa orang nggak betah ditempat formal? Karena suasana formal membuat kaku, sehingga membuat bosan
Jika anggota grup adalah teman sebaya jangan gunakan sapaan bapak, ibu, saya, anda itu akan menciptakan suasan formal
Tapi gunakanlah sapaan akrab aku, kamu, atau dengan menyebut namanya, sehingga suasana semakin akrab dan luwes

Tapi jika anggota grup WA berbagai macam umur dan kamu tidak tahu apakah lebih tua atau lebih muda dari kamu
Gunakan sapaan pak, bu, mbak, atau mas.
Sapaan mbak atau mas lebih disukai daripada pak atau bu, karena pak atau bu membuat seseorang merasa tua
Orang lebih senang dianggap muda daripada tua, apalagi dikalangan wanita
Jangan gunakan kata dik, karena seseorang akan merasa dikecilkan

4.   Memfilter tulisan yang dibagikan
Tidak bisa dipungkiri didalam grup akan ada yang membagi tulisan yang tidak nyambung dengan grup
Misalnya grup pecinta burung lalu ada yang membagi tulisan yang membahas tentang bunga
Sebagai admin kamu harus menghapus tulisan tersebut meskipun anggota lain tidak keberatan
Karena apabila dibiarkan anggota lain akan ikut-ikutan, lama kelamaan grup akan dibanjiri tulisan yang tidak nyambung dengan grup

Selain tulisan yang tidak nyambung dengan grup, admin harus selektif juga dengan tulisan yang mengandung unsur porno dan berbau SARA
Tulisan yang mengandung unsur porno sangat membuat anggota wanita tidak nyaman
Tulisan yang berbau SARA akan memicu konflik antar anggota

5.   Menjaga kesesuaian topik yang dibahas
Apabila ada anggota yang sedang membahas suatu topik lalu ada anggota lain yang membahas topik lain
Padahal topik pertama belum selesai dibahas, sehingga orang yang membahas topik yang pertama menjadi tidak nyaman
Admin harus meluruskan agar selesai dulu membahas topik yang pertama baru beralih ke topik berikutnya

6.   Hilangkan percakapan personal di dalam grup
Hal konyol yang sering terjadi dalam grup WA adalah adanya percakapan personal antar dua orang
Misalnya si A dan si B melakukan percakapan yang topiknya hanya mereka berdua saja yang tahu
Ini akan membuat anggota grup lain betul-betul tidak nyaman, namun sungkan untuk menegur
Oleh karena itu jika di grup ada percakapan personal, admin harus segera menegur agar percakapan jangan digrup, tapi cukup mereka berdua saja diluar grup

7.   Informasi yang bermanfaat
Seseorang akan betah dalam grup apabila dia memperoleh manfaat didalammya
Terlebih lagi manfaat tersebut bukan hanya manfaat pengetahuan tapi mampu menyelesaikan permasalahannya
Misalnyanya seseorang yang lagi galau karena diputus pacarnya
Maka ketika dia mendapatkan tips-tips agar cepat move on didalam grup akan sangat bermanfaat baginya
Orang yang lagi pusing dan bingung mencari kerja, mendapatkan  informasi lowongan kerja dalam grup
Intinya grup membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami anggotanya

8.   Pendekatan Personal
Tentu saja agar mengetahui permasalahan seseorang harus melakukan pendekatan personal
Pendekatan personal akan menciptakan hubungan emosional dengan seseorang
Ketika seseorang mempunyai hubungan emosional dengan grup, maka dia akan loyal dan betah didalamnya
Dia akan merasa bagian dari grup, dan grup merupakan bagian darinya

Admin grup harus mengetahui siapa anggota grup yang aktif dan siapa yang pasif
Anggota grup yang aktif dilakukan pendekatan yang mampu membuat mereka semakin aktif lagi
Anggota grup yang pasif harus diberikan perhatian, misalnya dengan menyapanya secara personal
Ada juga anggota grup yang malu untuk aktif, merasa tidak akrab lalu sungkan untuk aktif
Dengan pendekatan personal akan membuat suasana akrab yang akhirnya menghilangkan rasa sungkannya


Admin grup mempunyai peran yang besar dalam mempertahankan keutuhan grup
Fenomena keluarnya anggota grup harus disikapi serius, jangan malah dibiarkan begitu saja
Karena apabila dibiarkan akan mempengaruhi anggota grup lain
Akhirnya grup kamu hanya tinggal nama saja

Sebagai admin grup kamu harus mempunyai misi besar dalam membuat suatu grup, lebih dari sekedar tempat silaturrahmi
Jadikan grup kamu, grup yang mampu mengatasi permasalahan anggotanya
Grup kamu mampu memberikan peranan positif terhadap perubahan seseorang untuk meperoleh kehidupan yang lebih baik
Tidak ada anugerah yang lebih besar dalam hidup daripada mampu membuat hidup orang lain menjadi lebih baik
“Selamat Berjuang Para Admin Grup”

Jika ingin membagikan artikel ini, silahkan klik tombol share di bawah ini


Sabtu, 04 Agustus 2018

Koran : Pengertian, Syarat, Tujuan, Jenis, dan Sejarahnya

koran

Koran atau surat kabar dulunya menjadi salah satu media massa pilihan masyarakat.
Namun seiring dengan kemajuan teknologi, banyak yang memprediksi koran bakal ditinggalkan orang.
Hal ini dikarenakan beberapa faktor, antara lain :
1)   Ongkos produksi yang tinggi
2)   Persaingan antara media lokal dengan media nasional
3)   Kebijakan pemerintah yang dinilai lebih memihak pemodal besar
4)   Perubahan selera masyarakat dari media cetak ke media digital

Namun anggapan tersebut ditepis oleh fakta baru berdasarkan hasil riset WAN pada akhir tahun 1999.
Hasil riset tersebut mengungkapkan di Indonesia kehadiran media online
tidak akan membunuh media cetak, namun bahkan memperkuat media cetak.

Hal ini dikarenakan karakter kedua media sangat berbeda.
Media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat.
Sedangkan, koran atau surat kabar menyampaikan berita yang lebih kontekstual dan mendalam untuk pembacanya

Media cetak (koran, majalah, tabloid) akan terus hidup. Bahkan, antara media cetak dan online akan saling bersinergi untuk menyampaikan informasi yang beragam dan kaya
Karena kedua media memiliki konsep pemberitaan yang berbeda.

Disamping hal tersebut ada juga beberapa alasan yang membuat koran masih dibutuhkan orang, diantaranya :
1)   Harga koran dianggap masih terjangkau masyarakat
2)   Stelah dibaca koran bisa di pergunakan untuk beragam keperluan, mulai dari bungkus gorengan sampai menjadi beragam keterampilan tangan.
3)   Membaca koran lebih nyaman daripada membaca di gadget yang membuat mata lebih gampang lelah akibat pancaran cahaya dari gadget.
4)   Iklan lowongan kerja di koran lebih terjamin daripada lowongan kerja yang ada di online

A.  Pengertian Koran
Koran adalah media massa yang dicetak pada kertas, isinya tentang informasi seputar kehidupan sehari-hari yang ditulis oleh para jurnalis (wartawan)

B.  Syarat Koran
Adapun syarat koran sebagai media massa adalah :
1)   Publisitas atau Publicity yakni berarti informasi di dalamnya dikhususkan atau diperuntukkan bagi khalayak ramai.
2)   Periodesitas atau Periodicity yaitu keteraturan dalam masa cetaknya bisa satu hari sekali, satu minggu sekali atau lainnya.
3)   Universalitas atau Universality yaitu Isinya ada banyak dan terdiri dari berbagai macam, serta berita didalamnya datang dari berbagai penjuru negeri bahkan dunia.
4)   Aktualitas atau Actuality yakni di dalamnya memuat informasi terbaru yang ada di lapangan.

C.  Tujuan dan Fungsi Koran
Tujuan dan fungsi koran sebagai media massa adalah :
Memberikan informasi terkini yang ada disekitar.
Contoh : berita kenaikan bensin, berita kebakaran, kecelakaan, kejahatan, kejadian alam, serta ekonomi.

D.  Jenis Koran
Jenis koran ada beberapa macam, diantaranya :
1)   Jenis koran berdasarkan masa terbitnya harian, bulanan, tahunan
2)   Jenis koran berdasarkan jangkauannya koran nasional, daerah dan lokal.

E.  Sejarah Koran
Mengenai sejarah koran, kita bagi menjadi dua yaitu sejarah koran di dunia dan sejarah koran di Indonesia
Koran pertama bersal dari masa Romawi kuno (59 SM), bernama Acta Diurna
Koran ini masih berupa lembaran yang ditulis tangan, dan dipasang di tempat umum.
Isinya tentang berita sosial dan politik.

Sedangkan koran cetak pertama bernama Di Bao (Ti-pao) berasal dari Cina sekitar tahun 700an.
Metode pencetakannya menggunakan balok kayu, yang dipahat aksara cina.

Koran berikutnya berasal dari tahun 1400an
Bentuknya masih amat sederhana yaitu newsletter dan buku berita
Isinya lebih banyak berkaitan dengan dunia bisnis para bankir dan pedagang eropa.

Tahun 1500an newsletter dan buku berita berkembang menjadi lembar berita/newsheet
Notizie Scritte (pemberitahuan tertulis) yang terbit di Venesia, Italia. termasuk jenis lembar berita itu.
"Koran" lembaran ini biasanya dipasang di banyak tempat umum, tetapi yang ingin membacanya harus membayar 1 gazzeta.
Dari sanalah mucul istilah gazzeta yang menunjuk koran.

Terbitnya koran-koran di Eropa di awali dengan penemuan mesin cetak Johann Gutenberg pada pertengahan abad XV

Awalnya lembar berita yang terbit tidak teratur dan memuat hanya satu peristiwa, kemudian berevolusi dengan terbit teratur.
Salah satunya mingguan Avisa Relation oder Zeitung, yang terbit sejak tahun 1609 di Strasbourg, jerman.

Tetapi, mingguan Frankfurter Journal (1615) yang dikelola Egenolph Emmel di Frankfrut, Jerman
Dipandang sebagai koran pertama di dunia.

Tahun 1660 lahir Leipziger Zeitung di Jerman, mula-mula terbit mingguan, kemudai menjadi harian
Inilah koran harian pertama di dunia.

Tahun 1665 Inggris menerbitkan koran berkala bernama The London Gazette
Kemudian pada tahun 1702 Inggris menerbitkan koran hariannya yang bernama The London Daily Courant (1702).
The Times yang terbit sejak abad XVII hingga kini pertama kali memakai sistem cetak rotasi.

Penemuan telegram dan jaringan kabel internasional di pertengahan 1800-an
Membuat wartawan bisa lebih cepat meliputi dari berbagai kawasan dunia.

Koran di Indonesia mempunyai sejarah yang cukup panjang yang secara singkat terbagi dalam enam periode, yaitu zaman Belanda, zaman Jepang, zaman kemerdekaan, zaman Orde Lama, zaman Orde Baru dan zaman reformasi.
Berikut uraian singkat keenam periode tersebut:
1)   Zaman Belanda
Pada tahun 1744 (masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van Imhoff) dilakukanlah percobaan pertama untuk menerbitkan media massa dengan diterbitkannya koran yang bernama Bataviasche Nouvelles
Koran ini hanya mempunyai masa hidup selama dua tahun.

Kemudian pada tahun 1828 diterbitkanlah Javasche Courant di Jakarta yang memuat berita-berita resmi pemerintahan, berita lelang dan berita kutipan dari harian-harian di Eropa.

Seorang Nederland bernama W. Bruining dari Rotterdam kemudian menerbitkan koran bernama Het Bataviasche Advertantie Blad 
Koran ini berisi iklan-iklan dan berita-berita umum yang dikutip dari penerbitan resmi di Nederland (Staatscourant).

Di Surabaya sendiri pada periode ini telah terbit Soerabajasch Advertantiebland 
Kemudian berganti menjadi Soerabajasch Niews en Advertantiebland.

DSemarang terbit Semarangsche Advertetiebland dan De Semarangsche Courant.

Secara umum koran-koran yang muncul saat itu tidak mempunyai arti secara politis karena cenderung pada iklan dari segi konten.
Tirasnya tidak lebih dari 1000-1200 eksemplar tiap harinya.
Setiap koran yang beredar haruslah melalui penyaringan oleh pihak pemerintahan Gubernur Jenderal di Bogor.

Tidak hanya itu, koran Belandapun terbit di daerah Sumatera dan
Di Padang terbit Soematra Courant, Padang Handeslsbland dan Bentara Melajoe.
Di Makasar (Ujung Pandang) terbit Celebes Courant dan Makassarsch Handelsbland.

Pada tahun 1885 di seluruh daerah yang dikuasai Belanda telah terbit sekitar 16 koran dalam bahasa Belanda dan koran dalam bahasa Melayu seperti :
a)   Bintang Barat
b)   Hindia-Nederland
c)   Dinihari
d)   Bintang Djohar (terbit di Bogor)
e)   Selompret Melayu dan Tjahaja Moelia
f)    Pemberitaan Bahroe (Surabaya)
g)   Koran berbahasa Jawa, Bromatani yang terbit di Solo.

2)   Zaman Jepang
Saat Jepang memasuki Indonesia, koran-koran yang beredar di Indonesia diambil alih secara pelan-pelan.
Beberapa koran disatukan dengan alasan penghematan
Namun yang sebenarnya adalah agar pemerintah Jepang memperketat pengawasan terhadap isi koran. 

Kantor Berita Antara diambil alih dan diubah menjadi kantor berita Yashima dengan berpusat di Domei, Jepang.
Konten koran dimanfaatkan sebagai alat propaganda untuk memuji-muji pemerintahan Jepang. 

Wartawan Indonesia saat itu bekerja sebagai pegawai sedang
Yang mempunyai kedudukan tinggi adalah orang-orang yang sengaja didatangkan dari Jepang.

Salah satu koran yang terbit pada masa ini adalah Tjahaja (ejaan baru Cahaya). 
Koran ini sudah menggunakan Bahasa Indonesia dan penerbit berada di kota Bandung

Koran ini terbit di Indonesia namun berisikan berita tentang segala kondisi yang terjadi di Jepang.
Para pemimpinnya di antaranya adalah Oto Iskandar DinataR. Bratanata, dan Mohamad Kurdi.

Pada tampilan tampak bahwa koran tersebut bertuliskan tanggal 24 Shichigatsu 2604
Yang pada penanggalan masehi sama dengan tanggal 24 Juli 1944.

3)   Zaman Kemerdekaan
Ketika pemerintah Jepang menggunakan koran sebagai alat propaganda pencitraan pemerintah
Indonesiapun melakukan hal yang sama untuk melakukan perlawanan dalam hal sabotase komunikasi.

Edi Soeradi melakukan propaganda agar rakyat berdatangan pada Rapat Raksasa Ikada pada tanggal 19 September 1945 untuk mendengarkan pidato Bung Karno.

Dalam perjalanannya, Berita Indonesia (BI) berulang kali mengalami pembredelan
Selama pembredelan tersebut para pegawai kemudian ditampung oleh koran Merdeka yang didirikan oleh B.M. Diah.

Koran perjuangan lainnya adalah Harian Rakyat dengan pemimpin redaksi Samsudin Sutan Makmur dan Rinto Alwi
Dimana koran tersebut menampilkan “pojok” dan “Bang Golok” sebagai artikel.

Koran lainnya yan terbit pada masa ini adalah:
a)   Soeara Indonesia, Pedoman Harian yang berubah menjadi Soeara Merdeka (Bandung)
b)   Kedaulatan Rakyat (Bukittinggi)
c)   Demokrasi (Padang)
d)   Oetoesan Soematra (Padang).

4)   Zaman Orde Lama
Setelah dikeluarkannya dekret presiden tanggal 5 Juli 1959 oleh presiden Soekarno
Terdapat larangan terhadap kegiatan politik termasuk pers.
Persyaratan untuk mendapat Surat Izin Terbit dan Surat Izin Cetak diperketat
Situasi ini dimanfaatkan oleh Partai Komunis Indonesia untuk melakukan slowdown atau mogok secara halus oleh para buruh dan pegawai koran.

Karyawan pada bagian setting melambatkan pekerjaannya yang membuat banyak kolom koran tidak terisi menjelang batas waktu cetak (deadline). Pada akhirnya kolom tersebut diisi iklan gratis.

Hal ini menimpa koran Soerabaja Post dan Harian Pedoman di Jakarta. Pada periode ini banyak terjadi kasus antara koran pro PKI dan anti PKI.

5)   Zaman Orde Baru
Pada periode ini, koran yang dipaksa untuk berafiliasi kembali mendapatkan pribadi awalnya
Seperti Kedaulatan Rakyat yang pada zaman orde lama harus berganti menjadi Dwikora.

Hal ini juga terjadi pada Pikiran Rakyat di Bandung.
Bahkan pers kampuspun mulai aktif kembali.
Namun dibalik itu semua, pengawasan dan pengekangan pada pers terutama dalam hal konten tetap diberlakukan.

Pemberitaan yang dianggap merugikan pemerintah harus dibredel dan dihukum dengan dilakukan pencabutan SIUP
Seperti yang terjadi pada Sinar Harapan, tabloid Monitor dan Detik serta majalah Tempo dan Editor.

Pers lagi-lagi dibayangi dalam kekuasaan pemerintah yang cenderung memborgol kebebasan pers dalam membuat berita serta menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah. Pembredalanpun marak pada periode ini.

6)   Zaman Reformasi
Zamanreformasi adalah zaman kebebasan pers.
Presiden ketiga Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, membubarkan Departemen Penerangan, biang pembatasan pers pada orde baru yang dipimpin Harmoko.

Koran dan majalah kemudian dibiarkan tumbuh dan menjamur, begitu juga media-media lainnya: televisi dan radio.
Tanpa tekanan; tanpa batasan. "Informasi adalah urusan masyarakat," kata Gus Dur.

Kebebasan ini kemudian melahirkan raksasa-raksasa media.
Disebut raksasa karena hampir semua lini media digeluti: koran, majalah, televisi, radio, dan website (surat kabar digital). 
Mereka adalah :
1)   Kompas (Jacoeb Oetama)
2)   Jawa Pos (Dahlan Iskan)
3)   Media Indonesia (Surya Paloh)
4)   Media Nusantara Citra (Hary Tanusoedibjo)
5)   Tempo (Goenawan Mohamad)

8 Cara Agar Anggota Grup WhatsApp Tidak Keluar

Ketika kamu menjadi admin grup WA, hal yang paling menyebalkan adalah ketika anggota grup keluar. Apapun alasannya, orang keluar dari ...