Sabtu, 04 Agustus 2018

Koran : Pengertian, Syarat, Tujuan, Jenis, dan Sejarahnya

koran

Koran atau surat kabar dulunya menjadi salah satu media massa pilihan masyarakat.
Namun seiring dengan kemajuan teknologi, banyak yang memprediksi koran bakal ditinggalkan orang.
Hal ini dikarenakan beberapa faktor, antara lain :
1)   Ongkos produksi yang tinggi
2)   Persaingan antara media lokal dengan media nasional
3)   Kebijakan pemerintah yang dinilai lebih memihak pemodal besar
4)   Perubahan selera masyarakat dari media cetak ke media digital

Namun anggapan tersebut ditepis oleh fakta baru berdasarkan hasil riset WAN pada akhir tahun 1999.
Hasil riset tersebut mengungkapkan di Indonesia kehadiran media online
tidak akan membunuh media cetak, namun bahkan memperkuat media cetak.

Hal ini dikarenakan karakter kedua media sangat berbeda.
Media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat.
Sedangkan, koran atau surat kabar menyampaikan berita yang lebih kontekstual dan mendalam untuk pembacanya

Media cetak (koran, majalah, tabloid) akan terus hidup. Bahkan, antara media cetak dan online akan saling bersinergi untuk menyampaikan informasi yang beragam dan kaya
Karena kedua media memiliki konsep pemberitaan yang berbeda.

Disamping hal tersebut ada juga beberapa alasan yang membuat koran masih dibutuhkan orang, diantaranya :
1)   Harga koran dianggap masih terjangkau masyarakat
2)   Stelah dibaca koran bisa di pergunakan untuk beragam keperluan, mulai dari bungkus gorengan sampai menjadi beragam keterampilan tangan.
3)   Membaca koran lebih nyaman daripada membaca di gadget yang membuat mata lebih gampang lelah akibat pancaran cahaya dari gadget.
4)   Iklan lowongan kerja di koran lebih terjamin daripada lowongan kerja yang ada di online

A.  Pengertian Koran
Koran adalah media massa yang dicetak pada kertas, isinya tentang informasi seputar kehidupan sehari-hari yang ditulis oleh para jurnalis (wartawan)

B.  Syarat Koran
Adapun syarat koran sebagai media massa adalah :
1)   Publisitas atau Publicity yakni berarti informasi di dalamnya dikhususkan atau diperuntukkan bagi khalayak ramai.
2)   Periodesitas atau Periodicity yaitu keteraturan dalam masa cetaknya bisa satu hari sekali, satu minggu sekali atau lainnya.
3)   Universalitas atau Universality yaitu Isinya ada banyak dan terdiri dari berbagai macam, serta berita didalamnya datang dari berbagai penjuru negeri bahkan dunia.
4)   Aktualitas atau Actuality yakni di dalamnya memuat informasi terbaru yang ada di lapangan.

C.  Tujuan dan Fungsi Koran
Tujuan dan fungsi koran sebagai media massa adalah :
Memberikan informasi terkini yang ada disekitar.
Contoh : berita kenaikan bensin, berita kebakaran, kecelakaan, kejahatan, kejadian alam, serta ekonomi.

D.  Jenis Koran
Jenis koran ada beberapa macam, diantaranya :
1)   Jenis koran berdasarkan masa terbitnya harian, bulanan, tahunan
2)   Jenis koran berdasarkan jangkauannya koran nasional, daerah dan lokal.

E.  Sejarah Koran
Mengenai sejarah koran, kita bagi menjadi dua yaitu sejarah koran di dunia dan sejarah koran di Indonesia
Koran pertama bersal dari masa Romawi kuno (59 SM), bernama Acta Diurna
Koran ini masih berupa lembaran yang ditulis tangan, dan dipasang di tempat umum.
Isinya tentang berita sosial dan politik.

Sedangkan koran cetak pertama bernama Di Bao (Ti-pao) berasal dari Cina sekitar tahun 700an.
Metode pencetakannya menggunakan balok kayu, yang dipahat aksara cina.

Koran berikutnya berasal dari tahun 1400an
Bentuknya masih amat sederhana yaitu newsletter dan buku berita
Isinya lebih banyak berkaitan dengan dunia bisnis para bankir dan pedagang eropa.

Tahun 1500an newsletter dan buku berita berkembang menjadi lembar berita/newsheet
Notizie Scritte (pemberitahuan tertulis) yang terbit di Venesia, Italia. termasuk jenis lembar berita itu.
"Koran" lembaran ini biasanya dipasang di banyak tempat umum, tetapi yang ingin membacanya harus membayar 1 gazzeta.
Dari sanalah mucul istilah gazzeta yang menunjuk koran.

Terbitnya koran-koran di Eropa di awali dengan penemuan mesin cetak Johann Gutenberg pada pertengahan abad XV

Awalnya lembar berita yang terbit tidak teratur dan memuat hanya satu peristiwa, kemudian berevolusi dengan terbit teratur.
Salah satunya mingguan Avisa Relation oder Zeitung, yang terbit sejak tahun 1609 di Strasbourg, jerman.

Tetapi, mingguan Frankfurter Journal (1615) yang dikelola Egenolph Emmel di Frankfrut, Jerman
Dipandang sebagai koran pertama di dunia.

Tahun 1660 lahir Leipziger Zeitung di Jerman, mula-mula terbit mingguan, kemudai menjadi harian
Inilah koran harian pertama di dunia.

Tahun 1665 Inggris menerbitkan koran berkala bernama The London Gazette
Kemudian pada tahun 1702 Inggris menerbitkan koran hariannya yang bernama The London Daily Courant (1702).
The Times yang terbit sejak abad XVII hingga kini pertama kali memakai sistem cetak rotasi.

Penemuan telegram dan jaringan kabel internasional di pertengahan 1800-an
Membuat wartawan bisa lebih cepat meliputi dari berbagai kawasan dunia.

Koran di Indonesia mempunyai sejarah yang cukup panjang yang secara singkat terbagi dalam enam periode, yaitu zaman Belanda, zaman Jepang, zaman kemerdekaan, zaman Orde Lama, zaman Orde Baru dan zaman reformasi.
Berikut uraian singkat keenam periode tersebut:
1)   Zaman Belanda
Pada tahun 1744 (masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van Imhoff) dilakukanlah percobaan pertama untuk menerbitkan media massa dengan diterbitkannya koran yang bernama Bataviasche Nouvelles
Koran ini hanya mempunyai masa hidup selama dua tahun.

Kemudian pada tahun 1828 diterbitkanlah Javasche Courant di Jakarta yang memuat berita-berita resmi pemerintahan, berita lelang dan berita kutipan dari harian-harian di Eropa.

Seorang Nederland bernama W. Bruining dari Rotterdam kemudian menerbitkan koran bernama Het Bataviasche Advertantie Blad 
Koran ini berisi iklan-iklan dan berita-berita umum yang dikutip dari penerbitan resmi di Nederland (Staatscourant).

Di Surabaya sendiri pada periode ini telah terbit Soerabajasch Advertantiebland 
Kemudian berganti menjadi Soerabajasch Niews en Advertantiebland.

DSemarang terbit Semarangsche Advertetiebland dan De Semarangsche Courant.

Secara umum koran-koran yang muncul saat itu tidak mempunyai arti secara politis karena cenderung pada iklan dari segi konten.
Tirasnya tidak lebih dari 1000-1200 eksemplar tiap harinya.
Setiap koran yang beredar haruslah melalui penyaringan oleh pihak pemerintahan Gubernur Jenderal di Bogor.

Tidak hanya itu, koran Belandapun terbit di daerah Sumatera dan
Di Padang terbit Soematra Courant, Padang Handeslsbland dan Bentara Melajoe.
Di Makasar (Ujung Pandang) terbit Celebes Courant dan Makassarsch Handelsbland.

Pada tahun 1885 di seluruh daerah yang dikuasai Belanda telah terbit sekitar 16 koran dalam bahasa Belanda dan koran dalam bahasa Melayu seperti :
a)   Bintang Barat
b)   Hindia-Nederland
c)   Dinihari
d)   Bintang Djohar (terbit di Bogor)
e)   Selompret Melayu dan Tjahaja Moelia
f)    Pemberitaan Bahroe (Surabaya)
g)   Koran berbahasa Jawa, Bromatani yang terbit di Solo.

2)   Zaman Jepang
Saat Jepang memasuki Indonesia, koran-koran yang beredar di Indonesia diambil alih secara pelan-pelan.
Beberapa koran disatukan dengan alasan penghematan
Namun yang sebenarnya adalah agar pemerintah Jepang memperketat pengawasan terhadap isi koran. 

Kantor Berita Antara diambil alih dan diubah menjadi kantor berita Yashima dengan berpusat di Domei, Jepang.
Konten koran dimanfaatkan sebagai alat propaganda untuk memuji-muji pemerintahan Jepang. 

Wartawan Indonesia saat itu bekerja sebagai pegawai sedang
Yang mempunyai kedudukan tinggi adalah orang-orang yang sengaja didatangkan dari Jepang.

Salah satu koran yang terbit pada masa ini adalah Tjahaja (ejaan baru Cahaya). 
Koran ini sudah menggunakan Bahasa Indonesia dan penerbit berada di kota Bandung

Koran ini terbit di Indonesia namun berisikan berita tentang segala kondisi yang terjadi di Jepang.
Para pemimpinnya di antaranya adalah Oto Iskandar DinataR. Bratanata, dan Mohamad Kurdi.

Pada tampilan tampak bahwa koran tersebut bertuliskan tanggal 24 Shichigatsu 2604
Yang pada penanggalan masehi sama dengan tanggal 24 Juli 1944.

3)   Zaman Kemerdekaan
Ketika pemerintah Jepang menggunakan koran sebagai alat propaganda pencitraan pemerintah
Indonesiapun melakukan hal yang sama untuk melakukan perlawanan dalam hal sabotase komunikasi.

Edi Soeradi melakukan propaganda agar rakyat berdatangan pada Rapat Raksasa Ikada pada tanggal 19 September 1945 untuk mendengarkan pidato Bung Karno.

Dalam perjalanannya, Berita Indonesia (BI) berulang kali mengalami pembredelan
Selama pembredelan tersebut para pegawai kemudian ditampung oleh koran Merdeka yang didirikan oleh B.M. Diah.

Koran perjuangan lainnya adalah Harian Rakyat dengan pemimpin redaksi Samsudin Sutan Makmur dan Rinto Alwi
Dimana koran tersebut menampilkan “pojok” dan “Bang Golok” sebagai artikel.

Koran lainnya yan terbit pada masa ini adalah:
a)   Soeara Indonesia, Pedoman Harian yang berubah menjadi Soeara Merdeka (Bandung)
b)   Kedaulatan Rakyat (Bukittinggi)
c)   Demokrasi (Padang)
d)   Oetoesan Soematra (Padang).

4)   Zaman Orde Lama
Setelah dikeluarkannya dekret presiden tanggal 5 Juli 1959 oleh presiden Soekarno
Terdapat larangan terhadap kegiatan politik termasuk pers.
Persyaratan untuk mendapat Surat Izin Terbit dan Surat Izin Cetak diperketat
Situasi ini dimanfaatkan oleh Partai Komunis Indonesia untuk melakukan slowdown atau mogok secara halus oleh para buruh dan pegawai koran.

Karyawan pada bagian setting melambatkan pekerjaannya yang membuat banyak kolom koran tidak terisi menjelang batas waktu cetak (deadline). Pada akhirnya kolom tersebut diisi iklan gratis.

Hal ini menimpa koran Soerabaja Post dan Harian Pedoman di Jakarta. Pada periode ini banyak terjadi kasus antara koran pro PKI dan anti PKI.

5)   Zaman Orde Baru
Pada periode ini, koran yang dipaksa untuk berafiliasi kembali mendapatkan pribadi awalnya
Seperti Kedaulatan Rakyat yang pada zaman orde lama harus berganti menjadi Dwikora.

Hal ini juga terjadi pada Pikiran Rakyat di Bandung.
Bahkan pers kampuspun mulai aktif kembali.
Namun dibalik itu semua, pengawasan dan pengekangan pada pers terutama dalam hal konten tetap diberlakukan.

Pemberitaan yang dianggap merugikan pemerintah harus dibredel dan dihukum dengan dilakukan pencabutan SIUP
Seperti yang terjadi pada Sinar Harapan, tabloid Monitor dan Detik serta majalah Tempo dan Editor.

Pers lagi-lagi dibayangi dalam kekuasaan pemerintah yang cenderung memborgol kebebasan pers dalam membuat berita serta menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah. Pembredalanpun marak pada periode ini.

6)   Zaman Reformasi
Zamanreformasi adalah zaman kebebasan pers.
Presiden ketiga Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, membubarkan Departemen Penerangan, biang pembatasan pers pada orde baru yang dipimpin Harmoko.

Koran dan majalah kemudian dibiarkan tumbuh dan menjamur, begitu juga media-media lainnya: televisi dan radio.
Tanpa tekanan; tanpa batasan. "Informasi adalah urusan masyarakat," kata Gus Dur.

Kebebasan ini kemudian melahirkan raksasa-raksasa media.
Disebut raksasa karena hampir semua lini media digeluti: koran, majalah, televisi, radio, dan website (surat kabar digital). 
Mereka adalah :
1)   Kompas (Jacoeb Oetama)
2)   Jawa Pos (Dahlan Iskan)
3)   Media Indonesia (Surya Paloh)
4)   Media Nusantara Citra (Hary Tanusoedibjo)
5)   Tempo (Goenawan Mohamad)

Sabtu, 21 Juli 2018

Kamus Elektronik : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Tips Memilihnya

kamus elektronik

Kamus dapat memberikan kita ilmu pengetahuan dan kekayaan kosa kata suatu bahasa.
Disamping itu kamus juga memberikan kita beberapa manfaat, diantaranya :
1)   Untuk mengetahui makna kata
Pada umumnya orang membuka kamus untuk mengetahui makna atau arti sebuah kata yang belum diketahuiinya atau yang masih meragukannya.

Sabtu, 14 Juli 2018

41 Istilah Kamera Digital yang Perlu Diketahui Para Pecinta Fotografi

istilah kamera digital

Banyak orang yang menyukai kamera digital.
Bukan saja mereka yang berprofesi fotografer, atau mereka yang hobi fotografi.
Ternyata kamera diigital banyak juga dipakai oleh para Vlogger atau Youtuber.
Kamera digital yang banyak digunakan adalah Canon G7x, G7x Mii, Sony Rx-100, dan lain-lain

Koran : Pengertian, Syarat, Tujuan, Jenis, dan Sejarahnya

Koran atau surat kabar dulunya menjadi salah satu media massa pilihan masyarakat. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, banyak yang...