Sabtu, 07 Juli 2018

13 Tips Memotret dengan Smartphone Untuk Menghasilkan Foto yang Memukau Follower Media Sosial Anda

tips memotret dengan smartphone
Bersosial media merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh orang Indonesia sehari-hari.
Menurut riset yang dilakukan We AreSocial pada Januari 2018, orang Indonesia rata-rata bersosial media selama 3 jam 23 menit dalam sehari.
Media sosial yang paling sering diakses oleh orang Indonesia Youtube, Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Line
Dalam bersosial media tentunya berusaha untuk mencari follower sebanyak-banyaknya.
Karena follower yang banyak akan membuat seseorang terkenal dan bisa menambah pendapatan
Salah satu cara untuk mendapatkan follower yang banyak adalah dengan memposting foto yang bagus.
Untuk menghasilkan foto yang bagus bukanlah perkara yang mudah, apalagi menggunakan smarrtphone
Namun Anda jangan berkecil hati, dengan mengikuti 13 tips berikut ini, Andapun bisa menghasilkan foto yang bagus meskipun dengan smartphone.
1.     Pelajari tentang komposisi
Pengetahuan tentang komposisi yang bagus akan membantu anda menghasilkan foto yang bagus juga.
Tapi jangan terlalu kaku dengan komposisi ini, karena intusisi dan selera anda juga perlu diikuti
Beberapa komposisi yang perlu Anda ketahui :
1)    Pusatkan perhatian ke arah subyek utama dalam foto. 
2)    Buat susunan foto Anda sederhana, makin sederhana susunannya makin kuat kesannya
3)    Singkirkan elemen yang merusak irama dan keharmonisan foto
4)    Penuhi seluruh isi frame dengan objek foto. Terkadang foto yang tanpa background menghasilkan kesan yang kuat
5)    Manfaatkan komposisi framing, jangan biarkan ruang kosong mendominasi foto.
6)    Perhatikan daerah disekitar garis frame, jangan sampai ada tangan, kaki atau bagian penting objek terpotong
7)    Jangan selalu memotret dari depan subyek, gunakan juga titik pandanng yang lain
8)    Tarik garis imajiner yang membagi foto menjadi 9 bagian sama besar. Tempatkan objek utama di persimpangan garis-garisnya
9)    Usahakan selalu agar mata berada diatas garis tengah foto saat memotret orang
10)           Taruh objek di bagian paling terang dalam foto, karena bagian tersebut bagian yang paling menyedot perhatian mata
11)           Jangan biarkan background mematikan objek utama, tetapi background memperkuat kesan.
12)           Memotret secara horisontal memperkuat kesan lebar dan secara vertikal memperkuat kesan tinggi
13)           Sejajarkan kamera dengan mata anak-anak mereka ketika memotret mereka
14)           Hindari menaruh titik perhatian tepat ditengah-tengah foto
15)           Pastikan apa yang tampak di viewfinder sesuai keinginan anda sebelum memencet shutter

2.     Mendekati objek foto
Objek pada kamera handphone terlihat lebih kecil dibandingkan aslinya.
Sehingga orang lebih cenderung melakukan zoom saat memotretnya.
Padahal dengan melakukan zoom resolusi foto jadi turun. Makin besar zoom yang dilakukan, makin besar degradasi resolusi fotonya.
Untuk mendapatkan foto yang bagus mendekatlah kepada objek yang difoto.
Tapi tentu saja hal ini disesuaikan dengan tujuan pengambilan foto, situasi dan kondisi objek.
Bebebrapa teknik yang bisa Anda gunakan antara lain:
1)    Extreme Close Up (ECU/XCU) : pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.
2)    Big Close Up (BCU) : pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.
3)    Close Up (CU) : gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru
4)    Medium Close Up : (MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.
5)    Medium Shot (MS) : pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).
6)    Knee Shot (KS) : pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.
7)    Full Shot (FS) : pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.
8)    Long Shot (LS) : pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.
9)    Medium Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.
10)           Extreme Long Shot (XLS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.
11)           One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.
12)           Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang.
13)           Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang.
14)           Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.

3.     Pilih objek yang diam
Kamera smartphone tidak maksimal memotret benda bergerak. Oleh karena itu pilihlah objek yang diam
Namun jika pemotretan objek bergerak menjadi keharusan bagi Anda, gunakan cara ini :
1)    Atur pencahayaan
Membidik objek gerakan cepat dan berkualitas, membutuhkan banyak cahaya.
Agar mendapat hasil yang memuaskan, cobalah menangkap gambar di tempat yang terang dan cukup cahaya.
2)    Gunakan Mode Burst
Mode burst mode berfungsi untuk mengambil beberapa foto dalam sepersekian detik.
Pengguna kemudian bisa memilih foto mana yang layak.
Mode burst pun menjadi alternative bagi pengguna agar tidak kehilangan setiap momentum pergerakan.
3)    Nonaktifkan fokus otomatis
Mengambil objek bergerak tidak mudah.
Untuk mendapatkan hasil yang jelas, cobalah mode manual untuk mengambil setiap foto.
Tekan dan tahan layar untuk mendapatkan fokus, dan langsung ambil gambar.
4)    Coba mode HDR
Smartphone terbaru telah dilengkapi mode HDR (kemampuan menghasilkan foto dengan pencahayaan baik).
Mode tersebut juga bisa digunakan untuk mengambil objek yang bergerak.
Transisi cahaya akan terlihat jelas dan menarik jika pengguna bisa memadukan mode HDR dan kamera smartphone.

4.     Pilih objek dengan pencahayaan yang cukup
Usahakan  agar cahaya yang menerangi objek foto mencukupi.
Itulah kenapa hasil foto outdoor (luar ruangan) lebih bagus dibandingkan dengan indoor (dalam ruangan).
Pada foto outdoor pencahayaannya mencukupi, sedangkan indoor relatif kurang
Ketika Anda memotret indoor gunakanlah flash, dengan jarak 2-3 meter dari objek agar hasilnya maksimal.
Anda bisa menggunakan teknik-teknik dibawah ini menghasilkan kesan lebih dramatik.
1)    Backlight Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.
2)    Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.
3)    Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan.
4)    Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.
5)    Jaws Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.
6)    Framing with Background: objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.
7)    The Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.
8)    Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.
9)    Walking Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.
10)           Over Shoulder : pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.

5.     Potret objek sesering mungkin
Potretlah sebanyak mungkin objek yang menjadi target Anda.
Semakin banyak Anda memotret maka semakin banyak pula hasil yang bagus.
Anda tinggal memilih mana yang terbaik menurut Anda

6.     Pilih sudut pandang yang tidak biasa
Foto yang dibuat dari sudut yang biasa-biasa maka hasilnya juga akan biasa-biasa.
Oleh karena itu untuk menghasilkan foto yang memberi kesan yang tidak biasa dilihat mata manusia normal
Anda harus memotret dari sudut yang tidak biasa, Anda bisa menggunakan teknik berikut ini:
1)    Bird Eye View
Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek.
Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.

2)    High Angle
Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil.
Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.

3)    Low Angle
Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar.
Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.

4)    Frog Eye
Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah.
Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.

7.     Jaga Kestabilan tangan
Kualitas foto juga dipengaruhi oleh kestabilan tangan ketika memotret.
Anda pernah lihat foto yang diambil dengan keadaan tangan tidak stabil? Pasti hasilnya tidak bagus
Untuk menjaga tangan tetap stabil bisa juga memanfaatkan benda yang lebih stabil sebagai sandaran, misalnya pohon atau tembok

8.     Pahami waktu jeda shutter
Shutter lag adalah waktu jeda antara saat Anda memencet dan saat kamera mulai mengambil foto lagi.
Kenali waktu jeda ini dengan baik supaya tangan Anda tetap tenang sesaat setelah menekan shutter.

9.     Pilih Resolusi foto paling tinggi
Smartphone memiliki fitur untuk mengatur resolusi foto.
Pilih resolusi tertinggi untuk menghasilkan foto yang bagus.
Pengaturan masing-masing handphone berbeda-beda, pastikan pengaturan pada posisi untuk mendapatkan foto dengan mode best quality.

10.            Pilih smartphone yang mendukung
Untuk menghasilkan foto yang bagus tentu saja harus didukung smartphone dengan kamera yang bagus juga.
Smartphone  yang memiliki kamera bagus dengan harga terjangkau yang bisa Anda jadikan alternatif, antara lain :
1)    Alcatel Flash 2 Volcanic
Smartphone ini memiliki resolusi 13MP untuk kamera belakang dan 5MP untuk kamera depan.
smartphone Alcatel Flash 2 Volcanic
Fitur kamera dari smartphone ini sudah didukung oleh dual LED, sensor berukuran 1/3inci, phase detection autofocus, bukaan f/2.0, dan sensor piksel berukuran 1.12┬Ám.
Kamera depan dari smartphone ini juga sudah dilengkapi dengan LED flash, sehingga bidikan akan lebih bagus meski dikeadaan minim cahaya.

2)    Infinix Note 2 X600
Smartphone ini memiliki resolusi kamera belakang 13MP dengan dukungan LED Flash, dan fitur phase detection autofocus.
smartphone Infinix Note 2 X600
Sementara untuk kamera depannya, mengusung resolusi 2MP.

3)    Lenovo A6010
Smartphone ini memiliki resolusi 13MP (kamera belakang) dan 5MP (kamera depan).
smartphone Lenovo A6010
Fitur kamera HDR dan autofocus yang membuat bidikan jadi semakin bagus.
Untuk mendukung pemotretan, smartphone dibekali dengan baterai lithium ion berkapasitas 2300mAh yang bisa bertahan selama 10 jam penggunaan tanpa henti.

4)    Lenovo Vibe K5
Smartphone ini memiliki resolusi 5MP kamera depan dan resolusi kamera belakang 13MP
smartphone Lenovo Vibe K5
Memiliki fitur autofocus, LED flash lengkap dengan geo-taggingtouch focusface detection, HDR, mode panorama, dan kemampuan merekam video 1080p.

5)    Meizu M2
Smartphone ini memiliki resolusi 13MP (kamera belakang) dan 5MP (kamera depan).
smartphone Meizu M2
Memiliki fitur tambahan seperti f/2.2, autofocus, LED Flash, dan kemampuan merekam video dengan kualitas full HD alias 1080p.

6)    Xiaomi Redmi 3 Pro
Smartphone ini memiliki resolusi 13MP dengan dukungan fitur bukaan f/2.0, phase detection autofocus, LED flash, serta mode HDR dan mode panorama.
smartphone Xiaomi Redmi 3 Pro
Kamera depannya memiliki resolusi 5MP dengan bukaan f/2.2 dan mampu merekam video dengan kualitas 1080p.

7)    ZTE Blade A711
Smartphone ini memiliki kamera belakang beresolusi 13MP dengan bukaan f/2.2, autofocus, LED Flash, touch focusface detection, HDR, mode panorama, dan kemampuan merekam video 1080p@30fps.
smartphone ZTE Blade A711
Smartphone ini juga dibekali dengan resolusi kamera depan 5MP yang cocok dipakai untuk  yang gemar memotret.

11.            Jaga kebersihan lensa
Lensa yang kotor akan menghasilkan foto yang buruk.
Oleh karena itu bersihkan lensa secara berkala, dengan menggunakan kain yang lembut
Jika lensa terkena minyak, gunakan cairan pembersih LCD atau kacamata.
Agar kamera smartphone Anda awet terapkan cara ini :
1)    Jangan Bersihkan Kamera dengan Jari Tangan
Saat membersihkan kamera smartphone, usahakan agar tidak menggunakan tangan atau jari pengguna.
Sebab, hal ini bisa membuat lensa mengalami blur dan mengganggu kualitas foto.
Gunakan tisu, kapas atau kain halus untuk membersihkan kamera smartphone.
2)    Gunakan Softcase
Softcase rupanya tidak hanya melindungi bodi ponsel, tetapi juga menjaga agar kaca atau lensa kamera tidak tergores.
Umumnya, pengguna menaruh ponsel tergeletak di permukaan datar, maka gesekan yang terjadi di punggung ponsel bisa saja berpengaruh terhadap lensa kamera.


12.            Pilih aplikasi edit foto yang bagus
Pilih aplikasi edit foto yang berkualitas bagus sehingga memudahkan Anda melakukan editing.
Beberapa aplikasi fotografi terbaik untuk Andorid dan IOSberikut ini bisa Anda jadikan referensi :
1)    VSCO Cam
Aplikasi ini menjadi andalan para pecinta fotografi untuk membagi foto dan saling menginspirasi.
Ada banyak filter yang tersedia untuk mengubah tone warna foto menjadi lebih hidup.
Selain itu, ada beberapa tool untuk meningkatkan exposure, menyisipkan highlight dan shadow untuk menonjolkan warna tertentu, hingga membubuhkan grain untuk memberi kesan klasik.

2)    Little Photo
Tak kurang dari 70 efek dan tool tersedia pada aplikasi ini.
Pengguna bahkan bisa memasang beberapa filter sekaligus untuk menghasilkan kolaborasi warna yang apik pada sebuah foto.

3)    Snapseed
Aplikasi ini memberikan kebebasan lebih ke pengguna untuk mengontrol seberapa jauh sebuah foto hendak diedit.
Semua berkat fitur sliders yang bisa mengatur tingkat pengeditan semacam vignetteblurtemperature, dan lainnya.
Aplikasi ini juga memuaskan para pecinta konten visual vintage dengan menyediakan opsi pembubuhan grain, efek bergaya tahun 60-an, serta filter unik bertajuk Retrolux.

4)    Open Camera
Pengguna bisa memotret  dengan aplikasi ini tanpa harus menggunakan tangan, melainkan berkata “cheese”.
Secara keseluruhan, terpatri banyak opsi pengeditan seperti mode penentuan fokus, efek warna, white balance, dan pengaturan exposure.

5)    Autodesk Pixlr
Aplikasi ini menjaga antarmukanya bebas dari iklan, sehingga pengguna bisa mengedit foto dengan lebih nyaman.
Ada ratusan efek, tool, dan opsi membuat kolase foto untuk mengasah kreativitas pengguna.

6)    Prisma
Aplikasi ini sempat menghebohkan netizen pada awal 2017 lalu.
Tak seperti aplikasi lainnya, Prisma memiliki filter yang bisa mengubah foto layaknya karya seni berkualitas tinggi.
Preset-nya terinspirasi dari hasil lukisan para maestro.

7)    Cymera
Serupa dengan Snapchat dan Instagram, aplikasi ini memungkinkan pengguna membubuhkan foto dengan beragam filter, stiker, dan masker yang menggemaskan.
Ada juga tool pengaturan cahaya dan berbagai bingkai untuk mempercantik foto.
Selain itu, Cymera juga bisa meningkatkan hasil foto portrait dengan tool untuk menghapus jerawat, mengubah bentuk tubuh, hingga menambah mulus kulit.

8)    Hypocam
Aplikasi pengeditan foto ini tersegmentasi bagi para pecinta fotografi monokrom alias hitam-putih.
Hasil pengeditan foto monokrom tampak lebih dalam dan natural.
Antarmuka aplikasi juga dibikin minimalis dengan tampilan monokrom.

9)    Polarr
Aplikasi ini tak cuma bisa meningkatkan hasil foto dengan penyetelan exposure, contrast, color balance, dan lainnya.
Polarr juga bisa membuat hasil editan pengguna sebagai preset termodifikasi untuk mengedit foto berikutnya.
Ini akan mengasah kemampuan pengguna akan warna dan tone foto.


13.            Jangan berlebihan ketika mengedit foto
Editlah foto dengan tujuan utama untuk memperkuat kesan foto, bukan untuk menghiasnya.
Jika Anda menggunakan aplikasi edit foto yang bagus, cukup sesuaikan kontras, vignette, crop dan tambahkan mood yang membantu foto tampak lebih keren tanpa berkesan diberi filter berlebihan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kolom Komentar Blog Kamu Bermasalah? Ganti Aja Dengan Disqus

Beberapa bulan lalu komentar blog ini bermasalah Tidak bisa membalas komentar orang yang sudah berkomentar Lalu saya coba googling u...