Sabtu, 23 Juni 2018

Kalkulator : Fungsi, Jenis, dan Sejarahnya

kalkulator
Kalkulator adalah alat bantu hitung elektronik yang banyak digunakan oleh semua orang.
Bahkan di smartphone  juga ada aplikasi kalkulator.
Fungsi kalkulator sangat bermanfaat bagi sebagian orang yang berkecimpung di dunia ekonomi, bisnis, perbankan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan uang.

A.  Pengertian Kakulator
Kalkulator adalah alat untuk menghitung dari perhitungan sederhana sampai perhitungan yang rumit
Perhitungan sederhana seperti penjumlahan, pengurangan
Perhitungan rumit seperti perhitungan dengan rumus matematika tertentu
Komponen Kalkulator
Dalam sebuah kalkulator umumnya terdapat:
1)   Sumber Tenaga – baterai atau sel surya
2)   Keypad – untuk memasukkan angka dan komando penghitungan (tambah, kurang, kali, bagi)
3)   Processor chip (mikroprosesor) berisi berbagai macam unit.
4)   Layar tampilan – untuk menampilkan angka, komando, dan hasil.

B.  Fungsi Kalkulator
Seseorang menggunakan kalkulator bukan hanya untuk sekedar menghitung angka yang sederhana saja
Tapi terkadang juga digunakan untuk memecahkan angka yang lebih kompleks
Oleh karena itu fungsi kalkulator, antara lain :
1.   Dapat digunakan untuk mengembangkan konsep
Walaupun sifatnya sebagai alat hitung tapi jenis alat ini bukan hanya digunakan untuk menghitung karena alat ini bisa digunakan untuk mengembangkan konsep.
Bagi para pelajar akan mampu mengembangkan konsep pada bidang ruang lingkup bilangan dan perhitungan.
2.   Dapat digunakan untuk drill
Adanya sebuah alat hitung berupa alat ini yaitu dapat digunakan untuk drill.
Dimana para pelajar tidak perlu menggunakan komputer maupun PC ketika melakukan perhitungan.
Jadi, adanya sebuah alat hitung ini dapat dikatakan bahwa seorang pelajar akan lebih terasah dalam hal keterampilan dasar.
3.   Dapat meningkatkan pemecahan masalah
Ketika seorang pelajar dihadapkan pada soal perhitungan pastinya mereka akan lebih berkonsentrasi dalam memecahkan masalah pada angkat tersebut.
Angka yang diberikan pada setiap soal merupakan bilangan nyata dengan angka realistis. Bilangan tersebut bisa dibilang lebih tinggi dari pikiran yang mereka bayangkan
Tapi adanya sebuah alat hitung inilah maka bilangan dapat terpecahkan.
 Jadi, penggunaan alat hitung sangat berguna dalam meningkatkan pemecahan masalah baik bilangan sederhana maupun bilangan rumit.

C.  Jenis-Jenis Kalkulator
Secara umum, kalkulator dibagi menjadi 2 jenis yaitu kalkulator biasa dan kalkulator Ilmiah.
1.Kalkulator Biasa
Kalkulator Biasa merupakan kalkulator yang umumnya digunakan untuk perhitungan yang sering digunakan
Seperti pertambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, persentase, dan akar.
kalkulator biasa
Adapun beberapa tombol tambahan yang ada pada kalkulator biasa seperti CE, MC, MR, MS, M+, M-, GT, AC.
Tombol tersebut memiliki fungsi-fungsi tersendiri.
Kalkulator ini biasanya digunakan pada warung-warung, toko-toko yang notabene tidak memerlukan perhitungan yang rumit
M+ = Memory Plus
Cara menggunakan M pada kalkulator.
Kegunaannya ialah untuk menyimpan angka yang ada dalam layar ke dalam memori kalkulator.
Misalnya hasil perhitungan 13+12 = 25, kemudian tekan M+ , maka angka 25 akan tersimpan di MEMORY.
Untuk memanggil kembali memori digunakan tombol MR atau MRC.
Selain untuk menambah memory, M+ juga dapat digunakan untuk memasukkan angka lebih dari 16 digit.
Contoh: misalnya akan memasukkan 16 digit angka, pasti tidak akan bias
Namun bila kita menekan tombol M+, dimungkinkan untuk memasukkan angka lebih dari 16 digit.
MR atau MRC = Memory Recall.
Fungsi MR dan MC pada kalkulator yaitu untuk menggunakan/mengambil/ menampilkan kembali angka yang telah disimpan di memory kalkulator.
Misalnya hasil perhitungan yang tadi disimpan dengan angka 25
Untuk menampilkan kembali ke layar maka harus menekan tombol MR atau MRC.
* Pada beberapa kalkulator ada yang menampilkan tombol MR, namun ada juga yang menampilkan tombol MRC. Sebenarnya fungsi kedua tombol tersebut sama.
MC atau M- = Memory Clear atau Memory Minus.
Untuk menge-set memory ke 0
Fungsinya ialah untuk menghapus memori yang telah terisi dengan angka sebelumnya.
Misalnya ketika memori awal sudah dipanggil dan menampilkan angkanya
Maka gunakanlah tombol M- atau tombol MC untuk menghapusnya dari memory
Sehingga kalkulator tidak menyimpan angka yang sebelumnya.
GT = Grand Total.
Fungsi tombol tersebut ialah untuk memanggil Grand Total memori.
Fungsinya hampir sama dengan tombol MR atau tombol MRC yaitu untuk memanggil memori dari Grand Total.
Setiap kali menekan tombol = , maka hasilnya akan selalu tersimpan ke dalam GT atau Grand Total.
 AC = ALL CLEAR.
Fungsinya ialah untuk menghapus angka yang muncul pada layar dan me-reset semua fungsi yang telah di input / masukkan
Namun AC tidak akan menghapus data yang tersimpan di memori kalkulator (fungsi M).
CE = CLEAR ENTRY.
Fungsinya ialah untuk menghapus angka / operasi terakhir yang sudah di input.
(+/-) = Tanda plus atau minus pada angka.
Fungsinnya ialah untuk menandai angka dengan bilangan positif atau negatif.
Biasanya digunakan untuk penghitungan seperti 100 + (-50) = 50.
Min = singkatan dari Memory Input.
Fungsinya ialah untuk memasukkan nomor yang ditampilkan saat ini ke dalam memori kalkulator.
EXP = adalah singkatan dari EXPONENSIAL.
Fungsinya ialah untuk menghitung pangkat. Contoh: Jika kita akan melakukan perhitungan 1,234 x 10 ^ 6
Maka di kalkulator kita bisa menekan tombol 1 . 2 3 4 EXP 6
Shift
Fungsinya sebenarnya hampir mirip seperti fungsi Shift pada keyboard komputer. Biasanya fungsi Shift di kalkulator gunanya untuk mengakses fungsi tambahan yang ada.
MS : Adalah singkatan dari Memory Storage
* Tidak semua tombol di atas ada pada kalkulator tradisional.

2.Kalkulator Ilmiah (Scientific)
Kalkulator Ilmiah merupakan kalkulator yang memiliki kegunaan yang lebih banyak dibandingkan kalkulator biasa.
Anda dapat melakukan perhitungan pangkat, sin, cos, tan, eksponensial, logaritma, dan beberapa perhitungan lainnya.
Kalkulator ini biasanya digunakan oleh mereka yang memiliki profesi yang memerlukan perhitungan rumit seperti pelajar, arsitek, dan lain sebagainya.
Untuk versi standar setidaknya ada sekitar 5 fitur yang menjadi fungsi utama kalkulator ilmiah, diantaranya :
1.   Notasi Ilmiah
Untuk yang pertama adalah Notasi Ilmiah, perhitungan dan permasalahan yang dapat dipecahkan melalui perangkat kalkulator ilmiah.
Notasi Ilmiah sendiri merupakan sebuah cara penulisan nomor yang mengakomodasi nilai-nilai terlalu besar maupun kecil guna dengan mudah bisa ditulis pada notasi desimal standar.
Sederhananya Notasi Ilmiah merupakan pola angka yang digunakan pada pelaporan hasil sebuah pengukuran agar dimaksudkan untuk memudahkan dalam penulisan laporan.
Sebagai contoh, Anda pastinya memiliki kendala saat menuliskan besaran yang nilainya sangat berar maupun kecil
Seperti Anda menulis massa bumi atau mungkin Anda menuliskan berat sebuah elektron dalam satuan kg.
Notasi Ilmiah juga dianggap masih memiliki sejumlah sifat lain yang berguna.
Selain itu umumnya teori ini memang lazim digunakan pada kalkulator, dan oleh para ilmuwan, matematikawan, dokter, atau bahkan insinyur.
Tidak perlu kertas untuk merumus, Anda akan mudah menulis Notasi Ilmiah melalui kalkulator ilmiah.
2.   Floating Point
Fungsi kedua dari kalkulator ilmiah atau scientific adalah perhitungan Floating Point.
Hampir sama dengan Notasi Ilmiah, namun agak berbeda karena Floating Point merupakan sebuah format bilangan yang bisa digunakan
Untuk merepresentasikan suatu nilai yang sangat besar maupun sangat kecil.
Bilangan Floating Point dapat direpresentasikan menjadi 2 bagian
Diantaranya adalah bagian mantisa serta bagian eksponen (E).
Format ini sering digunakan pada perhitungan di bidang perkomputeran. Sebagai contoh pada program perangkat lunak Microsoft Excel dirancang di sekitar spesifikasi IEEE 754
Sehingga dapat menyimpan maupun menghitung angka floating-point.
Atau bisa dalam bidang bahasa pemrograman, khususnya pada bahasa pemrograman berbasis C
Floating Point direpresentasikan dengan tipe data float.
3.   Logaritma
Mungkin Anda sudah mengenal Logaritma.
Ini adalah operasi matematika yang disebut merupakan kebalikan dari eksponen (pemangkatan).
Sering kali Logaritma dirumuskan bc= a ditulis sebagai blog a = c (b disebut basis).
Namun ada pula yang merumuskan Logaritma dengan blog a = c sebagai logba = c.
Fungsi perumusan Logaritma sendiri adalah untuk memecahkan persamaan dimana pangkatnya tidak diketahui.
Selain itu saat ini dalam dunia sains, terdapat banyak besaran yang umumnya diekspresikan dengan operasi matematika Logaritma.
Anda bisa menghitung rumus Logaritma pada kalkulator ilmiah dengan mudah dan cepat.
4.   Trigonometri
Fungsi kalkulator ilmiah selanjutnya adalah perhitungan Trigonometri.
Ini adalah sebuah cabang pelajarang matematika yang berhubungan dengan sudut segitiga serta fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, maupun tangen.
Mungkin banyak diketahui oleh pelajar sekolah menengah atas.
Lebih lanjut, Trigonomteri sering dipakai untuk menyelesaikan segitiga
Atau saat ini lazim digunakan untuk teknik triangulasi yang dipakai pada ilmu astronomi
Guna menghitung jarak ke bintang-bintang terdekat
Atau bisa juga pada bidang geografi guna menghitung antara titik tertentu, serta dalam sistem navigasi satelit.
5.   Eksponensial
Eksponensial atau sering disebut pemangkatan atau fungsi eksponensial
Merupakan operasi matematika yang dapat Anda kerjakan pada kalkulator ilmiah.
Ini merupakan perkalian yang diulang-ulang.
Fungsi tersebut sering ditulis dengan notasi exp(x) maupun ex
Dimana e merupakan basis logaritma natural yang diperkirakan sama dengan 2.71828183.
Selain beberapa fungsi diatas, ada pula kalkulator ilmiah atau scientific yang memiliki fitur perhitungan yang mencakup heksadesimal, konversi unit, konstanta fisika, statistik dan probabilitas, pemecahan permasalahan dan lain-lain.

D.  Sejarah Kalkulator
Bentuk pertama atau bentuk paling pokok dari kalkulator adalah abacus
Abacus muncul sekitar tahun 5000 di Asia kecil dan masih digunakan dibeberapa tempat
Karena dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. 
Abacus berbentuk rak-rak kecil berisi biji-biji dengan jumlah tertentu dan sistem penghitungannya sendiri.
Pada saat itu, abacus digunakan sebagai alat bantu hitung para pedagang. Seiring munculnya pensil dan kertas terutama di Eropa, abacus mulai kehilangan popularitasnya.
Lalu setelah hampir 12 abad, muncul penemuan-penemuan mesin komputasi kompleks.
Sekitar tahun 1600, John Napier menciptakan sistem “Napier’s Bones
Yaitu sistem pengalian berdasarkan teori lama Arabian Lattice.
Setelah Napier, Wiliam Gunter mengembangkan aturan logaritma untuk pengalian dan pembagian menggunakan pembagi yang menjadi pelopor aturan Slide.
William Oughtred kemudian menciptakan aturan sirkular Slide atau circular slide rule, dan menjelaskan versi Rectilinier pada tahun 1633.
Pada tahun 1623, William Schickard menciptakan “Calculating Clock” atau kalkulator mekanik pertama di dunia.
Alat ini menggunakan sistem Napier’s Bones untuk mengalikan dan roda gigi untuk penambahan atau substraksi.
Lalu pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu 18 tahun
Menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak.
Kotak persegi kuningan yang dinamakan Pascaline, alat ini menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit.
Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh.
Pascaline mampu melakukan penambahan-penambahan dan perkalian menggunakan penambahan berulang.
Kelemahan alat ini adalah karena hanya terbatas untuk melakukan penjumlahan.
Pascaline ternyata memiliki banyak kekurangan dan gagal dipasarkan.
Sekitar tahun 1673, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716)
Seorang matematikawan dan filsuf Jerman, memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin bernama Stepped Reckoner yang dapat mengalikan.
Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi.
Namun, alat ini munggunakan roda gigi yang telah dimodifikasi.
Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya.
Sayangnya, Stepped Reckoner bekerja tidak menentu karena banyaknya kesalahan.
Tidak ada dari produk ini yang terjual.
Akhirnya pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer.
Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar.
Alat ini disebut ArithometerArithometer mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi
Karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I.
Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.
Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seorang profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871).
Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika
Yaitu mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan
Sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu.
Masalah tersebut kemudian berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik.
Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822
Ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensial.
Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial.
Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program
Dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis.
Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun
Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine.
Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini.
Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Analytical Engine kepada publik.
 Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin
Dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama.
Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.
Tahun 1851, Victor Schilt memamerkan mesin kunci-driven dan menambah koleksi Crystal Palace Exposition di London.
Pada tahun 1872, mulailah periode perkembangan kalkulator mekanik sukses secara komersial oleh Frank Baldwin.
Frank menciptakan kalkulator pin-wheel di Amerika Serikat.
Di tahun 1874, WT Odhner di Swedia secara mandiri mengembangkan kalkulator pin-wheel, yang pertama dari rangkaian panjang kalkulator-kalkulator Odhner.
Sejak saat itu, mesin hitung banyak menggunakan prinsip yang sama. Hanya 4 tahun sejak kalkulator W.T. Odhner, Raymond Verea menciptakan mesin langsung multiplikasi.
Pada tahun 1884, Dorr E. Felt menciptakan mesin penghitung Comptometer
Alat ini merupakan mesin hitung yang dapat menambahkan dan menghitung dengan dijalani oleh kunci driven.
Pada tahun 1886 ia bergabung dengan Robert Tarrant untuk membentuk Perusahaan Manufaktur dengan Felt Tarrant yang sukses menjual ribuan Comptometer.
Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan.
Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat.
Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan.
Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus
Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik.
Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel.
Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu.
Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data.
Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis.
Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualnya ke masyarakat luas.
Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine(1924) setelah mengalami beberapa kali merger.
Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembaca kartu perforasi untuk usaha bisnis.
Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dn pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960.
Tahun 1891, William S. Burroughs memulai manufaktur printing adding calculator secara komersial. 2 tahun setelahnya, kalkulator Millionaire diperkenalkan. Ini memungkinkan multiplikasi langsung oleh setiap digit – “satu putaran engkol untuk setiap tokoh dalam pembagi”.
Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat penemuan baru lainnya.
Vannevar Bush (1890-1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931.
Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks
Yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi.
Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan.
Tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar
Yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah.
Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun, proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.
Pada tahun 1902, Dalton menciptakan The Dalton Adding-listing Machine yang merupakan mesin substraksi pertama berdigit 10.
Tahun 1900-1975, kalkulator mulai berubah bentuk menjadi lebih kecil dengan tambahan berbagai fitur penghitungan. 
Madas_20bzsmerupakan salah satu contoh kalkulator yang diproduksi pada masa ini.
Kalkulator ini sudah dijalankan dengan listrik dan bisa melakukan pengalian dan pembagian secara otomatis.
Tahun 1948 adalah tahun terakhir pengembangan kalkulator mekanik. 
Curta, kalkulator mekanik berukuran genggam pertama dikenalkan pada massa.
Kalkulator ini merupakan salah satu penemuan kalkulator mekanik terpenting di pertengahan abad ke-20.
Dari tahun 1948 sampai 1980, para matematikawan dan pengusaha membuat dan mengembangkan kalkulator dalam bentuk desktop
Yaitu kalkulator yang telah memiliki layar LED (Liquid Emitting Diode) untuk menampilkan hasil penghitungan.
Kalkulator yang diciptakan dari masa ke masa berubah bentuk
Menjadi semakin ramping, mudah dibawa, dan dengan harga yang semakin terjangkau dan umumnya dapat dibilang murah.
Tahun 1965, mulai dikembangkannya kalkulator genggam yang bersifat portable atau mudah dibawa.
Kalkulator ini diproduksi oleh perusahaan Texas Instruments, disebut sebagai “Cal-Tech”.
Tahun 1969, kalkulator elektronik pertama dengan tenaga dari batu baterai. Kalkulator ini menggunakan LSI (Large Scale Integration).
Kalkulator ini juga menggunakan layar hijau (LED).
Tahun 1970, diciptakan kalkulator yang dapat dilepas dari bungkus yang berbahan keras.
Kalkulator ini cukup bila dimasukkan ke dalam kantung.
Kalkulator scientific pertama kali diciptakan pada tahun 1972.
Perusahaan yang memproduksi kalkulator ini meningkat dengan pesat dan harga secara cepat juga turun dengan drastis.
Pada tahun ini juga dicoba layar LCD (Light Crystal Diode).
Pada tahun 1976, layar kalkulator dari berwarna dasar hijau dengan LED merah digantikan dengan LCD (Liquid Crystal Display) yang bertulisan warna hitam.
Layar ini diganti karena LCD tidak membutuhkan tenaga sebanyak LED
LCD juga memiliki digit-digit angka yang lebih besar dan jelas karena kontras dengan warna belakangnya.
Pada tahun 1978, diciptakan untuk pertama kalinya kalkulator bertenaga surya dengan panel solar disetiap produknya.
Pada tahun ini juga diciptakan kalkulator pertama seukuran kartu kredit.
Pada tahun 1980, tercipta kalkulator pertama dengan keypadQWERTY dan berjalan dengan BASIC language.




1 komentar:

  1. Kalau kalkulator punya saya jenis biasa. Hanya untuk sekedar mengitung angak-angka sederhana. Maklum buat diwarung.

    BalasHapus

41 Istilah Kamera Digital yang Perlu Diketahui Para Pecinta Fotografi

Banyak orang yang menyukai kamera digital. Bukan saja mereka yang berprofesi fotografer, atau mereka yang hobi fotografi. Ternyata k...