Sabtu, 16 Juni 2018

Handy Talky : Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan, Kode, Jenis Frekuensi, dan Sejarahnya

handy talky
Smartphone atau handphone dengan kecanggihan teknologinya memudahkan manusia untuk berkomunikasi
Namun harga smartphone yang mahal ditambah dengan pulsa yang harus dibeli setiap kali akan digunakan
Terasa memberatkan bagi mereka yang membutuhkan komunikasi sebagai alat untuk pelaporan.
Oleh karena itulah handy talky dinilai mampu untuk mengatasi permasalahan yang mereka hadapi

A.  Pengertian Handy Talky
HandyTalky adalah alat komunikasi yang menggunakan gelombang radio
Perbedaan handy talky dengan walky talky
Selain handy talky ada juga namanya walky talky.
Keduanya sama-sama menggunakan gelombang radio dalam proses berkomunikasi
Namun keduanya memiliki perbedaan, yaitu :
1.   Dari segi perizinan
Handy talky memerlukan izin untuk menggunakannya, sedangkan walky talky tidak memerlukannya.
Izin yang dimaksud adalah izin penggunaan frekuensi yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan provinsi di wilayah masing – masing.
Izin Amatir Radio (IAR) atau Call Sign (Nama Panggilan) biasanya berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang lagi
Besar biayanya selama tiga tahun sekitar tiga ratus ribu rupiah
2.   Dari segi frekuensi
Range frekuensi handy talky lebih besar dan bebas dibandingkan dengan walky talky.
Cara menggunakan handy talky yang benar
1)   Harus sopan santun dalam berkomunikasi dengan alat komunikasi ini
2)   Perhatikan cara memanggil :
a.   Bila panggilan pertama tidak langsung dijawab, tunggu kurang lebih 5 detik baru panggil kembali.
b.   Pada saat seseorang memanggil dan belum ada jawaban jangan dimasuki panggilan dari stasion lain yang seolah-olah menyerobot komunikasi orang lain.
c.   Bila sampai 4 atau 5 kali panggilan tidak menjawab
Hentikan panggilan untuk memberikan kesempatan kepada stasion yang lain berkomunikasi
Selanjutnya mencari informasi keberadaan stasion yang dipanggil tersebut dengan menggunakan sarana komunikasi yang lain.
d.   Bila tidak ada sarana komunikasi yang lain, pemanggilan dapat diulangi lagi.
3)   Cara menjawab
a.   Apabila mendengar panggilan sesegera mungkin untuk dijawab.
b.   Jawaban terhadap panggilan hendaknya singkat dan sopan dengan tetap berpegang pada prosedur komunikasi.
Contoh menjawab panggilan
Panggilan : ALPHA-BRAVO
Jawaban : BRAVO-ALPHA GO A HEAD
4)   Tata Cara berkomunikasi
a.   Saat berbicara jarak HT kira-kira 2,5 cm dari mulut dengan posisi tegak.
b.   Tekan PTT selama kira-kira 2 detik baru berbicara dan segera lepas tombol PTT setelah selesai berbicara.
c.   Lakukan komunikasi dengan tertib secara bergiliran dengan memperhatikan hierarki dan atau urgensi berita.
d.   Gunakan kerahasiaan, hindarkan penyebutan nama, jabatan atau senioritas dalam percakapan, gunakan Callsign yang telah ditentukan.
e.   Berbicara dengan singkat dan jelas.
f.     Pada kata-kata yang meragukan perlu diulangi/dieja sesuai dengan ejaan radio telephonny.
g.   Berbicara dengan menggunakan kecepatan sedang dengan irama yang baik.
h.   Biasakan menggunakan sandi percakapan yang berlaku.
i.     Panggilan maksimal 3x.

B.  Fungsi Handy Talky
Handy talky adalah alat telekomunikasi dua arah yang serba guna.
Oleh karena itu fungsi handy talky bagi seseorang pun beragam, diantaranya :
1)   Mendukung Pekerjaan
Beberapa pekerjaan mengharuskan pemakaian handy talky dalam kesehariannya.
Misalnya polisi lalulintas, pekerja tambang, security, bahkan mereka yang berkecimpung di event organizer.
2)   Membantu Keselamatan
Untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu terjadi darurat bencana
Maka dapat menolong keselamatan diri sendiri maupun orang lain
Mengingat jalur komunikasi publik seperti  telepon dan seluler biasanya terputus untuk beberapa waktu.
Ketika terjadi bencana badai, banjir, tsunami, maupun gempa bumi.
3)   Praktis
Ada fungsi handy talky yang tidak bisa tergantikan oleh handphone
Yaitu komunikasi one-to-many atau broadcast voice information dan komunikasi mandiri tanpa ketergantungan pihak lain.
Informasi yang disampaikan melalui handy talky dapat didengar oleh semua pihak yang memantaunya
Sehingga dapat mudah melakukan koordinasi mobile team secara serentak.
Event organizer, field officer, security, tim SAR atau bahkan konvoi kendaraan, semua memanfaatkan aspek kepraktisan ini.
4)   Biaya Murah
Biaya perizinan dan pembelian handy talky bersifat tetap
Tanpa ada pengeluaran biaya lain lagi seperti halnya komunikasi dengan handphone
5)   Hobi
Masih banyak orang yang hobi menggunakan jalur komunikasi radio untuk bersosialiasi lisan langsung
Sekedar berkabar maupun menjalin silaturahmi yang lebih erat dengan sesama pengguna radio.
Hobi ini pula yang menjadikan seseorang menjadi kolektor berbagai jenis handy talky, mulai dari type jadul hingga handy talky digital.
6)   Jangkauan Luas
Jangkauan dari HandyTalky ini dapat menjangkau jarak hingga 19 kilometer.
Apabila Anda ditugaskan untuk mensurvei daerah yang berbeda
Maka penyampaian informasinya dapat dilakukan secara langsung tanpa mesti bertemu di meeting point. Sehingga diskusi akan lebih efektif.

C.  Kelebihan dan Kekurangan Handy Talky
Kelebihan Handy Talky :
1)   Tidak memerlukan pulsa.
2)   Dapat dipilih jenisnya sesuai dengan kebutuhan, misalnya untuk jarak jauh  atau jarak dekat yang mempengaruhi harga.
3)   Jenisnya portable sama seperti handphone sehingga bisa dibawa kemana-mana.
4)   Sistem baterai charger.
5)   Terdapat fitur radio.
6)   Tidak memerlukan nomor.
7)   Memiliki memory untuk mencatat channel yang sering digunakan.
8)   Harganya lebih terjangkau.
Kekurangan Handy Talky
1)   Dimensinya lebih besar dan berat dibandingkan smartphone.
2)   Pada jenis tertentu memiliki keterbatasan dalam penerimaan gelombang.
3)   Suara yang dihasilkan bisa kurang jelas tergantung penerimaan signal radio dan lokasi handy talky.
4)   Fitur yang diberikan hanya komunikasi dan radio.

D.  Kode Handy Talky
Handy Talky dulunya hanya dipakai oleh pihak kepolisian RI atau petugas keamanan/satpam
Tetapi kini sudah dipakai oleh semua anggota ORARI dan RAPI hampir diseluruh wilayah Indonesia
Dalam menyampaikan informasi setiap anggota RAPI diharapkan sudah menguasai Ten Code (kode -10), seperti tertera berikut ini :
10 – 1 = Sulit didengar/Penerimaan buruk
10 – 2 = Didengar jelas/penerimaan baik
10 – 3 = Berhenti mengudara/memancar
10 – 4 = Benar/dimengerti
10 – 5 = Ada pesan untuk disampaikan
10 – 6 = Sedang sibuk, kecuali ada berita penting
10 – 7 = Mengalami kerusakan/tidak mengudara
10 – 8 = Tidak ada kerusakan/dapat mengudara
10 – 9 = Mohon diulangi
10 –10 = Penyampaian berita selesai
10 – 11 = Berita terlalu cepat
10 – 12 = Mengundurkan diri karena ada tamu
10 – 13 = Laporan keadaan cuaca/jalanan
10 – 14 = Informasi
10 – 15 = Informasi sudah disampaikan
10 – 16 = Mohon dijemput /diambil di….
10 – 17 = Ada urusan penting
10 – 18 = Sesuatu untuk kita
10 – 19 = Bukan untuk anda
10 – 20 = Lokasi/posisi
10 – 21 = Kontak/hubungan melalui telepon
10 – 22 = Melapor langsung ke…
10 – 23 = Menunggu/stand by
10 – 24 = Selesai melaksanakan tugas
10 – 25 = Dapatkah dihubungi / kontak dengan…?
10 – 26 = Pesanan terakhir kurang diperhatikan
10 – 27 = Pindah kejalur/frekuensi/channel…
10 – 28 = Nama panggilan/call sign
10 – 29 = Waktu berhubungan/kontak habis
10 – 30 = Tidak mentaati peraturan
10 – 31 = Antena yang digunakan
10 – 32 = Radio check/laporan signal dan modulasi
10 – 33 = Keadaan darurat/Emergency
10 – 34 = Butuh bantuan, ada kesulitan di stasiun ini
10 – 35 = Informasi Rahasia
10 – 36 = Jam berapa waktu tepat
10 – 37 = Perlu mobil derek/ kran di…
10 – 38 = Perlu ambulan di….
10 – 39 = Pesan sudah disampaikan
10 – 40 = Perlu dokter
10 – 41 = Mohon pindah ke jalur/frekuensi./channel..
10 – 42 = Ada kecelakaan di….
10 – 43 = Kemacetan lalu lintas di..
10 – 44 = Ada pesan untuk anda
10 – 45 = Dalam jangkauan mohon melapor
10 – 46 = Memerlukan montir
10 – 50 = Mohon dikosongkan jalur/frekuensi/channel
10 – 60 = Apakah ada pesan selanjutnya?
10 – 62 = Tidak dimengerti,melalui telepon saja
10 – 63 = Tugas pekerjaan dilanjutkan di……
10 – 64 = Pekerjaan telah selesai/bersih
10 – 65 = Menunggu berita selanjutnya
10 – 67 = Semua unit setuju
10 – 69 = Pesanan telah diterima
10 – 70 = Kebakaran di…..
10 – 71 = Pesawat KRAP/Rig yang dipakai
10 – 73 = Kurangi kecepatan di….
10 – 74 = Tidak/negatif
10 – 75 = Menyebabkan/penyebab pengguna
10 – 76 = Dalam perjalanan menuju ke..
10 – 77 = Belum/tidak kontak
10 – 81 = Pesankan kamar di hotel…
10 – 82 = Pesankan kamar untuk…
10 – 84 = Nomor telepon
10 – 85 = Alamat
10 – 89 = Butuh montir radio
10 – 90 = Gangguan pesawat TV
10 – 91 = Berbicara dekat mike
10 – 92 = Pemancar perlu distel
10 – 93 = Apakah frekuensi sudah tepat?
10 – 94 = Berbicara agak panjang (lng call tune)
10 – 95 = Mengudara dengan signal setiap 5 detik
10 – 97 = Test jarum di pesawat ( check )
10 – 99 = Tugas selesai, semua selamat
10 – 100 = Akan ke kamar mandi
10 – 200 = Perlu Bantuan Polisi di ….
10 – 300 = Perlu Pemadam Kebakaran
10 – 400 = Perlu Bantuan TIBUM
10 – 500 = Perlu Bantuan Provost
10 – 600 = Perlu Bantuan Garnizun
10 -700 = Perlu Bantuan S A R
10 – 800 = Perlu Bantuan P L N
Sedangkan untuk menyampaikan informasi bagi ORARI diharapkan setiap anggota dapat menguasai Kode Q
Seperti beberapa yang penting-penting saja antara lain :
QSY = Pindah Frekwensi ke ……
QTR = Jam berapa ?
QRT = Berhenti mengudara
QRA = Call Sign ( Nama Panggilan )
QRM = Penerimaan Buruk
QTH = Alamat / Rumah
QSL = Diterima jelas,dapat dimengerti
Untuk memulai memasuki frekuensi dipakai kata : BREAK/CONTACK/CHECK IN, masuk lagi dengan mengucapkan : CHECK BACK, dan pada setiap penerimaan awaal menjawab dipakai kata : ROGER ( artinya diterima dengan jelas ).

E.  Jenis Frekuensi Handy Talky
Secara umum, jenis frekuensi yang digunakan oleh handytalky adalah VHF (Very High Frequency) dan HF (High Frequency).
1.   VHF (Very High Frequency)
VHF biasanya digunakan untuk radio komunikasi jarak dekat dan beroperasi pada frekuensi 100-300 Mhz.
Hal ini disebabkan karena gelombang radio dipancarkan secara garis lurus (horizontal).
Sehingga jika pada jarak antara 2 stasiun terdapat objek – objek seperti bangunan, pohon – pohon yang tinggi, ataupun pegunungan yang lebih tinggi dari pancaran gelombang radio
Maka sudah pasti transmisi yang dikirimkan ataupun diterima akan terhambat.
Gambarannya kira – kira seperti dibawah ini
VHF (Very High Frequency)

Dari ilustrasi tersebut kita bisa melihat ada 3 objek yang berpotensi menghambat transmisi yaitu objek bangunan
Dimana gelombang yang dipancarkan berhenti dan hilang ketika mengenai objek penghalang
Kemudian objek pohon, diamana gelombang masih dapat dipancarkan sampai stasiun tujuan tetapi dengan sangat lemah
Sehingga bisa saja transmisi yang disampaikan tidak dapat diterima dengan jelas.
Terakhir adalah objek pegunungan, dimana gelombang yang dipancarkan dipantulkan kembali
Sehingga transmisi yang dikirim sama sekali tidak dapat mencapai stasiun tujuan.
2.   HF (High Frequency)
HF (High Frequency) merupakan gelombang radio yang bekerja pada frekuensi 2 – 24 Mhz
Biasanya digunakan untuk radio komunikasi jarak jauh karena sifat gelombangnya yang dapat memantul sehingga tidak memiliki efek hambatan pada objek.
Ditambah lagi dengan kemampuan frekuensi ini untuk memantul pada lapisan ionosphere
Sehingga jarak sejauh apapun dapat dijangkau oleh frekuensi ini, dengan catatan dalam keadaan cuaca yang cukup bagus.
Gambarannya kira – kira seperti dibawah ini
HF (High Frequency).

Perhatikan bahwa gelombang pertama yang dikirimkan melewati lapisan ionosphere dan memantul kembali ke bumi menuju ke stasiun tujuan.
Dan gelombang kedua yang terhambat oleh objek, memantul secara terus menerus sampai ke stasiun tujuan.
Dari kedua jenis frekuensi diatas, kita dapat melihat perbedaan yang signifikan.
Dan penggunaan frekuensi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dari perorangan ataupun institusi.
Tetapi bagi kebanyakan institusi, mereka biasanya selalu menggunakan handy talky yang bekerja pada kedua frekuensi tersebut.

F.   Sejarah Handy Talky
Handytalky diciptakan oleh perusahaan Motorola pada tahun 1940.
Handy talky pertama tersebut diberi nama SCR-536.



1 komentar:

41 Istilah Kamera Digital yang Perlu Diketahui Para Pecinta Fotografi

Banyak orang yang menyukai kamera digital. Bukan saja mereka yang berprofesi fotografer, atau mereka yang hobi fotografi. Ternyata k...