Minggu, 29 April 2018

5 Jenis Televisi Berdasarkan Bentuknya


Menonton TV

Pada awalnya siaran televisi direkam dan dipancarkan
Dalam bentuk gelombang analog
Tetapi berkat  kemajuan teknologi
Siaran televisi sekarang menggunakan teknologi digital.
Televisi mempunyai kelebihan dalam mencapai sasaran massa yang cukup besar.
Televisi mampu mempengaruhi sikap, pandangan, persepsi
Dan perasaan bagi para penontonnya.
Dikarenakan penonton bisa terhanyut
Dalam kisah atau peristiwa yang disajikan oleh televisi.
Program acara televisi terdiri dari :
1)   Buletin berita nasional maupun internasional, seperti :
Siaran berita atau buletin berita regional dan internasional
Yang dihasilkan oleh stasiun televisi swasta lokal maupun nasional.
2)   Liputan-liputan khusus yang membahas tentang berbagai masalah aktual secara lebih mendalam.
3)   Program-program acara olahraga, baik olah raga di dalam atau diluar ruangan, yang disiarkan langsung atau tidak langsung dari dalam atau luar negeri.
4)   Program acara mengenai topik-topik khusus yang bersifat informatif, seperti : acara memasak, berkebun, dan acara kuis.
5)   Acara drama, terdiri dari : sinetron, sandiwara, komedi, film, dan lain sebagainya.
6)   Acara musik, seperti konser musik pop, musik rock, dangdut, klasik, dan lain sebagainya.
7)   Acara bagi anak-anak, seperti penayangan film kartun.
8)   Acara-acara keagamaan, seperti : siraman rohani, acara ramadhan, dan hari-hari besar keagamaan lainnya.
9)   Program acara yang membahas tentang ilmu pengetahuan dan pendidikan.
10)       Acara bincang-bincang atau sering juga disebut dengan talkshow.
Televisi mempunyai 3 karakteristik, yaitu :
1)   Audiovisual : siaran televisi dapat didengar dan dilihat
2)   Berfikir dalam gambar : menerjemahkan kata-kata yang mengandung gagasan menjadi gambar individual. Lalu merangkai gambar individual tersebut menjadi mengandung makna
3)   Pengoperasiannya lebih kompleks : dibandingkan dengan radio siaran televisi lebih banyak melibatkan orang dan peralatan.
Berdasarkan tujuannya program televisi dibagi menjadi dua, yaitu: program informasi dan program hiburan
1)   Program Informasi bertujuan menambah pengetahuan (informasi) kepada masyarakat.
2)   Program Hiburan bertujuan menghibur masyarakat
Di Indonesia televisi sering disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.
Masyarakat di Indonesia menonton tayangan televisi untuk pertama kalinya pada 1955.
Televisi dibawa dari Uni Soviet saat perayaan hari jadi kota Yogyakarta ke 200 tahun di Yogyakarta.
Tanggal 25 Juli 1961, sebuah kesepakatan dibuat untuk membentuk sebuah komite yang bertugas untuk mempersiapkan pembuatan stasiun televisi di Indonesia.
Tayangan Televisi untuk percobaan yang pertama kalinya ialah saat meliput upacara bendera Hari jadi Republik Indonesia ke-17, pada 17 Agustus 1962 secara langsung dari Istana Merdeka Jakarta.
Hari tersebut dikenal sebagai lahirnya Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang merupakan stasiun televisi nasional pertama milik pemerintah Indonesia.
Setelah itu bermunculan juga televisi milik swasta yang bertaraf nasional.
Berikut eberapa stasiun televisi nasional yang mengudara di Indonesia saat ini
1)   RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia, 24 agustus 1989)
2)   SCTV (Surya Citra Televisi,, 26 agustus 1989)
3)   TPI (Televisi Pendidikan Indonesia namun saat ini berganti nama menjadi MNC tv,23 Januari 1991)
4)   ANTV (Andalas Televisi, 1 maret 1993)
5)   Indosiar ( 11 Januari 1995)
6)   Metro TV
7)   Trans TV
8)   Trans7 (dulunya bernama TV7)
9)   Global TV
10)       Lativi (kemudian berganti nama TV One)
11)       Net TV
Selain kemunculan televisi swasta nasional, didaerah pun turut mengembangkan televisi lokal berbasis daerahnya masing-masing. Berikut beberapa stasiun televisi lokal daerah.
1)   JTV dari jatim
2)   CTV dari Banten
3)   Fajar TV dari Makassar
4)   Bali TV dari Bali
5)   Sakti TV dari Madiun
6)   Jogja TV dari Jogja
7)   dan masih banyak lagi stasiun televisi lokal swasta lainnya.

A.  Pengertian Televisi
Pengertian televisi dapat dilihat dari segi bahasa dan teknis.
Berdasarkan asal bahasanya televisi berasal dari dua bahasa.
Tele berasal dari bahasa Yunani yang berarti jauh. Sedangkan visi berasal dari bahasa Latin visio yang berarti penglihatan.
Gabungan kedua bahasa ini mengandung makna telekomunikasi yang dapat dilihat dari jarak jauh.
Berdasarkan teknisnya televisi adalah sistem elektronik yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektronik dan mengkonversinya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suaranya dapat didengar.

B.  Fungsi Televisi
Sebagai salah satu media massa, televisi mempunyai 3 fungsi yaitu fungsi informasi, fungsi pendidikan, dan fungsi hiburan.
1.   Fungsi Informasi ((The Information Function) : Televisi menyajikan aneka berita, ceramah, diskusi, atau komentar.
2.   Fungsi Pendidikan (The Education Function) : Televisi menyajikan acara yang menambah pengetahuan masyarakat. Baik secara formal melalui acara pelajaran sekolah, maupun secara informal berupa sandiwara dan lain-lain.
Dalam kaitannya terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat, suatu tayangan televisi hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini :
a)   Frekuensi menonton. Melalui frekuensi menonton masyarakat, dapat diihat pengaruh tayangan terhadap pengetahuan masyarakat.
b)   Waktu penayangan. Apakah waktu penayangan suatu acara sudah tepat atau sesuai dengan sasaran masyarakat yang dituju. Misalnya tayangan yang dikhususkan bagi pelajar, hendaknya ditayangkan pada jam setelah kegiatan belajar di sekolah usai.
c)   Kemasan Acara. Agar mampu menarik perhatian masyarakat, suatu tayangan harus dikemas atau ditampilkan secara menarik.
d)   Gaya penampilan pesan. Dalam menyampaikan pesan dari suatu tayangan, apakah host atau pembawa acara sudah cukup komunikatif dan menarik, sehingga dapat menghindari rasa jenuh pemirsanya dan juga memahami pesan yang disampaikan.
e)   Pemahaman pesan. Apakah masyarakat dapat mengerti dan memahami setiap materi atau pesan yang disampaikan oleh suatu tayangan.
3.   Fungsi Hiburan (The Entartaint Function) : Televisi menyajikan acara yang menghibur masyarakat.

C.  Jenis – Jenis Televisi
Apabila dilihat dari segi bentuknya maka ada 5 jenis televisi yaitu :
1.   Televisi Tabung
TV Tabung
Televisi jenis ini mempunyai kelebihan harganya yang cenderung paling murah dibandingkan jenis lainnya. Lebar sudut pandangnya baik, dan keawetannya  tahan lama.
Sedangkan kekurangannya ukurannya yang berat dan besar, dan memerlukan daya listrik yang besar.

2.   Televisi Plasma
tv plasma

Televisi jenis ini mempunyai kelebihan harganya yang cenderung lebih murah dibandingkan LCD dan LED namun sedikit lebih mahal daripada TV Tabung. Ukurannya yang lebih baik daripada TV Tabung, dan awet seperti TV Tabung namun kualitas gambar yang dihasilkan menurun mengikuti jangka waktu pemakaiannya.
Sedangkan kekurangannya daya listriknya yang boros dan kualitas gambar yang kurang baik jika dibandingkan dengan Jenis TV LED dan LCD.

3.   Televisi LCD
tv lcd

Televisi jenis ini mempunyai kelebihan daya listriknya yang lebih rendah daripada Jenis TV Tabung dan TV Plasma. Kualitas gambar dan warnanya pun lebih tajam.
Sedangkan kekurangannya harganya yang relatif lebih mahal dibandingkan TV Tabung dan TV Plasma

4.   Televisi LED
tv led

Televisi jenis ini mempunyai kelebihan kualitas gambar dan warnanya yang sangat tajam dan tingkat kontras yang tinggi.  Konsumsi daya listriknya  yang kecil sehingga hemat pemakaian listrik dan juga ramah lingkungan. Ukurannya tipis dan ringan. 
Sedangkan kekurangannya harganya yang relatif mahal.

5.   Televisi OLED
tv oled

Televisi jenis ini mempunyai kelebihan bentuknya tipis, fleksibel,dan cepat memproses gambar yang lebih jernih dan tajam. 
Sedangkan kekurangannya harganya masih mahal.

D.  Sejarah Televisi
Seiring dengan kemajuan teknologi, televisi juga mengalami perkembangan pesat sesuai permintaan konsumen.
Penemuan dasar hukum gelombang elektromagnetik oleh Joseph Henry dan Michael Farraday ( tahun 1831) merupakan awal dari era komunikasi elektronik.
Sembilan tahun kemudian (tahun 1840), Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 baris.
Tiga puluh enam tahun kemudian (tahun 1876), George Carey menciptakan Selenium Camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik.
Lima tahun kemudian (tahun 1881), para insinyur memperkenalkan konsep Teleponskop yang merupakan suatu konsep gabungan antara telepon dan pengiriman gambar bergerak.
Tiga tahun kemudian (tahun 1884), Paul Nikow, ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut Teleskop Elektrik dengan resolusi 18 garis.
Empat tahun kemudian (tahun 1888), Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD.
Sembilan tahun kemudian (tahun 1897), Tabung Sinar Katoda (CTR) pertama diciptakan oleh ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun.
Pada tahun yang sama (tahun 1897), Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.
Tiga tahun kemudian (tahun 1900) istilah Televisi pertama kali dikemukakan oleh Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.
Dua puluh tiga tahun kemudian (tahun 1923), Vladimir Kosma Zworykin, mendaftarkan paten atas namanya untuk penemuannya, kinescope, televisi tabung pertama di dunia.
Dua tahun kemudian (tahun 1925), sejarah perkembangan televisi memasuki babak baru ketika John Logie Baird yang berkebangsaan Skotlandia memperlihatkan televisi kepada masyarakat umum untuk pertama kalinya, sehingga dia lebih dikenal sebagai penemu televisi daripada Vladimir Kozma Zworykin.
Dua tahun kemudian (tahun 1927), Philo T. Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.
Dua belas tahun kemudian (tahun 1939, tepatnya tanggal 11 Mei), untuk pertama kalinya, sebuah pemancar televisi dioperasikan di kota Berlin, Jerman.
Dengan demikian, dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara visual. Perkembangan Televisi pun sangat pesat.
Teknologi yang digunakan pada televisi saat ini berbeda jauh dengan televisi saat pertama kali ditemukan, meskipun memiliki metode dasar yang sama.
Setelah perang dunia ke-2 berakhir di tahun 1940an, Televisi mengambil alih perhatian lebih banyak dibandingkan dengan radio, karena menampilkan suara yang sudah disertai dengan gambar.
Di akhir tahun 1950, Sebagian besar orang memiliki Televisi yang kebanyakan masih menggunakan televisi hitam putih meskipun pada saat itu televisi berwarna sudah ada.
Pada Tahun 1967 semakin populernya televisi sehingga sudah ada banyak siaran TV berwarna.
Pada tahun 1970an Televisi semakin berkembang dengan diperkenalkannya teknologi VCR (Video Cassette Recorder). Teknologi ini memungkinkan untuk merekam siaran televisi untuk pertama kalinya.
Pada tahun 1980an Televisi kabel (TV Cable) semakin populer dan menyebar dengan cepat.
Sudah banyak pilihan televisi pada tahun 1990an yang sangat beragam. Televisi yang menggunakan teknologi CRT (Cathode-Ray Tubes) untuk menampilkan gambar di layar adalah televisi yang paling banyak ditemukan.
Pada tahun 1996 sudah ada 1 juta televisi yang tersebar di seluruh dunia. Kemudian TV Rear Projection CRT memungkinkan televisi dibuat dalam ukuran yang lebih besar dengan menggabungkan proyektor dan layar kedalam satu kotak yang nantinya proektor akan memproyeksikan gambar ke bagian belakang layar.
Televisi plasma pertama kali dipasarkan pada tahun 1997. Dengan bentuknya yang ramping membuat televisi ini menjadi sangat populer saat itu.
TV Rear-Projection LCoS juga tersedia di pasaran. TV ini mengirimkan cahaya langsung melalui rangkaian polarizer (sejenis cahaya filter yang digunakan untuk mengatur gelombang cahaya ke jalur tunggal untuk refleksi) sebelum diperbesar dan diproyeksikan ke layar.
Meskipun kualitas gambarnya sangat baik, tetapi harga dari TV jenis ini sangat mahal.
TV LCD juga ikut berkompetisi pada tahun akhir 1990-an. TV jenis ini memiliki kualitas gambar yang lebih baik dibandingkan dengan TV plasma dan juga lebih hemat energi.
Pada tahun 1998, HDTV mulai diluncurkan. TV jenis ini dapat menghasilkan gambar dan suara yang sangat jernih.
Pada tahun 1999, diluncurkan DVR (Digital Video Recorder) diluncurka untuk pertama kalinya. DVR memungkinkan untuk merekam siaran televisi ke dalam hard drive.
TV LED berbasis DLP HDTV pertama di produksi pada tahun 2006. Teknologi DLP menggunakan cermin yang terbuat dari aluminium untuk memantulkan cahaya dan menghasilkan gambar.
TV ini lebih murah dibandingkan dengan TV plasma ataupun TV LCD. Kemudian TV Plasma tersedia dengan kualitas HD (High Definition).
Pada tahun 2007, Apple meluncurkan Apple TV. TV ini dapat dihubungkan dengan iTunes, Program televisi, Film, Video Youtube dan masih banyak lagi.
Kemudian Microsoft inc. memberikan pilihan Windows XP Media Center Edition yang dapat digunakan untuk mengirimkan video, musik dan foto dari komputer ke TV.
Bahkan TV juga dapat masuk ke dalam video game, Seperti Xbox 360. Dengan menggunakan Netflix memungkinkan streaming video dan acara TV favorit dari Xbox 360.
Yang paling baru saat ini adalah TV dengan teknologi 3D.
TV 3D menjadi sangat populer saat ini karena selain dapat menghasilkan gambar yang sangat jernih TV jenis ini juga dapat menampilkan gambar 3 dimensi.
Sehingga seolah olah gambar yang dihasilkan nyata dan berada tepat didepan penontonnya. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog Kamu Belum Berpenghasilan? Coba Pasang Iklan Adnow

Iklan adalah salah satu sumber pemasukan bagi seorang bloggger Salah satu iklan yang layak di coba yaitu iklan Adnow AdNow merupakan...