Senin, 20 Maret 2017

Wide Area Network (WAN) : Pengertian WAN, Kelebihan dan Kekurangan WAN, Perangkat WAN, Protokol – Protokol WAN, Jenis – Jenis Koneksi WAN, Konsep Jaringan WAN


Ilustrasi WAN

A.   Pengertian Wide Area Network (WAN)
Wide Are Network (WAN) adalah sebuah jaringan yang tersebar di beberapa lokasi yang sangat berjauhan satu sama lain yang bisa antar kota, antar propinsi atau bahkan antar negara antar benua yang terhubung satu sama lain dengan menggunakan layanan yang disediakan oleh operator telekomunikasi


Ilustrasi WAN


B.   Kelebihan dan Kekurangan Wide Area Network (WAN)
Kelebihan Wide Area Network (WAN)
1.     Berbagi informasi/file melalui area yang lebih besar.

2.     Semua orang yang ada di jaringan ini dapat menggunakan data yang sama.
Mempunyai sistem jaringan yang besar/luas sehingga mampu menjangkau Negara, benua, bahkan seluruh dunia.


3.     Jika terkoneksi dengan jaringan internet transfer file pada tempat yang jaraknya jauh bisa di lakukan secara cepat.

4.     Dapat berbagi resources dengan koneksi workstations

5.     Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai bank data dari kantor cabang.

6.     Komunikasi antar kantor dapat menggunakan E-mail dan Chat.

7.     Dokumen/file yang biasanya dikirimkan melalui fax ataupun paket pos, dapat dikirim melalui E-mail dan Transfer file dari/ke kantor pusat dan kantor cabang dengna biaya yang relatif lebih murah dan dalam jangka waktu yang sangat cepat.

8.     Pooling data dan updating data antar kantor dapat dilakukan setiap hari pada waktu yang ditentukan.

Kekurangan Wide Area Network (WAN)
1.     Biaya operasional mahal.

2.     Dalam hal settingan/pengaturan jaringan WAN lebih sulit dan rumit, selain itu alat-alat yang diperlukan juga sangat mahal.

3.     Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar yang masuk dan dapat mengganggu jaringan ini.

4.     Rentan terhadap hacker atau ancaman dari luar lainnya.


C.   Perangkat Wide Area Network (WAN)
Seperti LAN (Local Area Network), terdapat sejumlah perangkat yang melewatkan aliran informasi data dalam sebuah WAN. 

Penggabungan perangkat tersebut akan menciptakan infrastruktur WAN. Perangkat-perangkat tersebut adalah :

1.     Modem
Perangkat interface yang menghubungkan antara rumah pelanggan dengan kantor Telekomunikasi terdekat menggunakan sebuah perangkat yang umum disebut sebagai CPE (Customer Premise Equipment) yang umum kita sebut sebagai modem.

Modem berasal dari singkatan Modulator Demodulator, yang memiliki makna perangkat yang dapat merubah sinyal informasi digital menjadi sinyal analog agar dapat dikirimkan melalui media komunikasi seperti kabel telepon atau sinyal komunikasi selular.

Pada Wide Area Network (WAN) modem disebut perangkat CSU/DSU. Perangkat modem yang akan digunakan haruslah bisa mendukung kebutuhan lebar bandwidth dan kebutuhan aplikasi jaringan untuk yang sekarang maupun untuk rencana kedepannya. 

Modem dapat dibedakan berdasarkan bentuk fisiknya dan media koneksinya.

Jenis – jenis modem berdasarkan bentuk fisiknya
a.     Modem internal, yaitu modem yang terpasang langsung pada komputer pada slot expansi berupa slot AMR dan PCI (untuk PC Desktop), dan slot PCMCIA (untuk Laptop)
Modem Interal

b.     Modem Eksternal, yaitu modem tambahan yang terpasang diluar computer, biasanya terhubung melalui port USB (seperti modem GSM), atau Port RJ-45 (seperti modem ADSL).
Modem Eksternal


Jenis – jenis modem berdasarkan media koneksinya                  
a.     Modem ISDN, yaitu jenis modem yang menggunakan layanan ISDN (Integrated Services Digital Network).
Modem ISDN

b.     Modem GSM, yaitu modem yang menggunakan frekuensi GSM 900 Mhz. Biasanya menggunakan port USB untuk terkoneksi dengan komputer.
Modem GSM

c.      Modem Analog, yaitu modem yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. 

    Biasanya modem ini terpasang langsung pada motherboard pada laptop atau dipasanga melalui slot PCI / AMR pada komputer desktop. Jenis layanan yang cukup terkenal adalan telkomnet instan.
Modem Analog

d.     Modem ADSL, yaitu modem yang menggunakan layanan ADSL (Asymmetric Digital Subscribe Line) yang memungkinkan berselancar internet dan menggunakan telepon analog secara berbarengan. seperti layanan Telkom Speedy.
Modem ADSL

e.      Modem kabel, yaitu modem yang menerima data langsung dari penyedia layanan lewat TV Kabel.
Modem Kabel

f.       Modem CDMA, yaitu modem yang menggunakan frekuensi CDMA 800 MHz atau CDMA 1x. Dan yang terbaru menggunakan frekuensi EVDO Rev-A (setara dengan 3G) dan teknologi CDMA terbaru adalah EVDO Rev-B.
Modem CDMA


2.     Router
Selain modem, diperlukan juga router. Hal ini dikarenakan aplikasi jaringan yang baru seperti Voice over IP (VoIP) dan kolaborasi messaging dan video conference memerlukan aktifasi services khusus dari jaringan.

Untuk router-router yang canggih fitur-fitur tersebut malah sudah tersedia dan tinggal mengaktifkannya. 

Dengan demikian kita bisa memanfaatkan untuk keperluan layanan seperti keamanan jaringan, qualitas services (QoS), system redundansi link dan juga IP multicasting.

Router adalah perangkat jaringan yang menghubungkan jaringan satu dengan yang lainya. 

Disamping itu, router juga dapat menentukan jalur yang paling efektif untuk dilewati sebuah paket dalam suatu jaringan. Secara fisik, router terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :

a.     Router Hardware
Router hardware adalah hardware yang memiliki kemampuan menjalankan fungsi router, contohnya routerboard.

Router Hardware

b.     Router PC
Router PC adalah PC dengan sistem operasi yang memiliki kemampuan menjalankan fungsi router. Contohnya OS Linux Server.

Router PC

c.      Router Aplikasi
Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat di-install pada OS, sehingga OS tersebut akan memiliki kemampuan menjalankan fungsi router, contohnya WinRoute.

Router Aplikasi


3.     ATM Switch, Switch ATM menyediakan transfer data berkecepatan tinggi antara LAN dan WAN.

4.     CSU/DSU (Channel Service Unit/Data Service Unit), mengirim data dalam format digital melalui jaringan telephone digital. 

5.     Communication Server, adalah server khusus â€oedial in/outâ€? bagi pengguna untuk dapat melakukan dial dari lokasi remote sehingga dapat terhubung ke LAN.

6.     Multiplexer, sebuah multiplexer mentransmisikan gabungan beberapa sinyal melalui sebuah sirkuit (circuit).

7.     X.25/Frame Relay Switches, menghubungkan data lokal/private melalui jaringan data, menggunakan sinyal digital.


D.   Protokol – Protokol Wide Area Network (WAN)
Protokol-protokol dalam Wide Area Network (WAN) merupakan protokol dalam teknologi WAN yang bekerja pada layer physical dan data link pada model OSI 7 layer, yaitu :

1.     HDCL (High Level Data Link Control)
HDCL dikembangkan oleh synchronous data link control (SDLC) yang diciptakan oleh IBM sebagai sebuah connections protocol di layer data link.

Protokol layer data link ini merupakan protokol ciptaan Cisco System, jadi penggunaan protokol ini hanya ketika sebuah jalur WAN digunakan oleh dua buah perangkat router Cisco saja.

Apabila perangkat selain produk Cisco yang ingin digunakan, maka protokol yang digunakan adalah PPP yang merupakan protokol standar. 

2.     PPP (Point to Point)
Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous. 

PPP adalah protokol standart industry, karena semua versi multiprotocol HDCL bersifat Proprietary, maka PPP dapat digunakan untuk menciptakan koneksi point to point antara perlengkapan dari vendor – vendor yang berbeda-beda.

3.     Serial Line Internet Protocol (SLIP)
SLIP merupakan pendahulu dari PPP yang banyak digunakan dalam membangun koneksi serial Point-to-Point yang menggunakan protokol komunikasi TCP/IP.

4.     Frame Relay
Frame Relay adalah protokol yang digunakan untuk pengiriman data jaringan public. Sama halnya dengan protocol X.25, Frame Relay juga memakai circuit virtual sebagai jalur komunikasi data khusus.

Namun, frame relay masih lebih baik dari X.25 dengan berbagai kelengkapan yanga ada pada Protocol Frame Relay.

Frame relay merupakan protokol yang khusus digunakan untuk membuat koneksi WAN jenis Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini dapat digunakan di atas berbagai macam interface jaringan.

Karena untuk mendukung performanya yang hebat ini, frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas dari error.

5.     ISDN (Integrated Services Digital Network)
ISDN adalah suatu layanan digital yang berjalan melalui jaringan telepon. ISDN juga protokol komunikasi data yang dapat membawa paket data, baik dalam bentuk text, gambar, suara, ataupun video secara simultan. Protokol ISDN beroperasi pada bagian physical, data link, dan network.

6.     LAPB (Link Access Procedure, Balanced)
LAPB adalah sebuah protokol connection oriented pada layer data link untuk digunakan pada protokol X.25. 

X.25 merupakan standar buatan organisasi standardisasi ITU-T yang mendefinisikan cara koneksi antara perangkat DTE (Data Terminal Equipment) dengan DCE (Data Communication Equipment) yang memungkinkan perangkat-perangkat komputer dapat saling berkomunikasi.

Kelebihan dari X.25 adalah kemampuannya untuk mendeteksi error yang sangat tinggi. Maka dari itu, protokol komunikasi ini banyak digunakan dalam media WAN analog yang tingkat error-nya tinggi.

7.     ATM (Asynchronous Transfer Mode)
ATM adalah protokol yang diciptakan untuk lalulintas data yang sensitive terhadap waktu, menyediakan transmisi suara, video dan data secara serentak.

ATM merupakan sebuah protokol standar internasional untuk jaringan cell relay, di mana berbagai macam servis seperti suara, video, dan data digandeng bersamaan dengan menggunakan cell-cell yang berukuran tetap.

Protokol ATM banyak digunakan untuk memaksimalkan penggunaan media WAN berkecepatan sangat tinggi seperti Synchronous Optical Network (SONET).

E.   Jenis – Jenis Koneksi Wide Area Network (WAN)
Jenis-jenis koneksi dalam jaringan berbasis luas atau dikenal juga dengan Wide Area Network (WAN) berbeda dengan jenis koneksi dalam Local Area Network (LAN).

Diagram Koneksi WAN

Jika dalam LAN hanya memiliki dua jenis koneksi jaringan, yaitu client-server dan peer to peer. Maka jenis koneksi WAN adalah sebagai berikut :

1.     Leased Line
Leased Line disebut juga poin to point atau dedicated connections (koneksi yang disediakan khusus untuk pelanggan dimana bandwithnya khusus untuk pelanggan itu saja).

Leased line adalah koneksi sambungan permanen point-to-point antara dua piranti yang mempunyai karakteristik berikut ini:
a.     Sambungan khusus point-to-point – serial synchronous
b.     Koneksi permanen, seperti T1, T3
c.      Ketersediannya sangat tinggi
d.     Line sambungan biasanya disewa dari penyedia layanan WAN atau Telkom
e.      Leased line lebih mahal dibanding solusi WAN lainnya karena bersifat khusus untuk dipakai sendiri
f.       Menggunakan koneksi terpisah di masing-masing titik

Kapan seharusnya memakai jenis sambungan leased line jenis ini?
a.     Jika jaringan kita mempunyai trafik yang sangat tinggi melalui jaringan WAN
b.     Jika memerlukan sambungan khusus secara berkesinambungan antar site
c.      Hanya mempunyai beberapa interkoneksi site saja

2.     Circuit Switching
Circuit Switching  adalah sebuah jalur komunikasi yang digunakan dengan network dial up seperti PPP dan ISDN yang harus melakukan set-up koneksi terlebih dahulu sebelum melewatkan data, sama seperti melakukan panggilan telepon.

Jenis koneksi jaringan circuit-switched memberikan alternative dari sambungan leased line, memungkinkan kita menggunakan sambungan secara bersama (share line).

Koneksi WAN jenis ini bekerja dua arah, koneksi WAN dial-in dan dial-out. Saat kita memakai koneksi WAN circuit-switched, maka:

a.     Komputer pengirim melakukan panggilan atau dials-in ke sambungan sehingga sampai terbentuk koneksi

b.     Komputer penerima mengirim pemberitahuan dan mengunci sambungan

c.   Komputer pengirim mentransmisikan data melalui koneksi yang sudah terbentuk ini

d.     Setelah transmisi selesai, koneksi dilepas agar user yang lain bisa memakai jalu yang sama ini

Jaringan cisrcuit switched menggunakan switch virtual circuit (SVC). Suatu jalur khusus transmisi data yang terbentuk sebelum komunikasi dimulai dengan cara melepas switch electric. Jalur ini akan tetap terbentuk sampai komunikasi berakhir.

3.     Packet Switching
Packet Switching adalah ebuah jalur komunikasi yang berdasarkan pada transmisi data dalam paket-paket yang memungkinkan data dari berbagai alat pada network untuk berbagai kanal komunikasi yang sama secara serentak.

Jaringan packet-switched tidak memerlukan sambungan khusus tersendiri atau sambungan cadangan sementara yang memungkinkan jalur paket data di set secara dinamis ketika data mengalir melalui jaringan. 

Jenis koneksi jaringan ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
a.     Data dipecah kedalam paket-paket

b.     Paket-paket menjelajah secara bebas melalui interjaringan (yaitu mengambil jalur yang berbeda)

c.      Pada sisi penerima paket-paket di assembling ulang pada urutan yang tepat

d.     Piranti pengirim dan penerima mengasumsikan suatu koneksi yang ‘selalu on’ (tidak memerlukan dial-up)

Jenis koneksi ini menggunakan permanent virtual circuit (PVC). Walaupun suatu PVC terlihat terhubung langsung – jalur WAN tersendiri, jalur yang diambil setiap paket melalui inter-jaringan dapat berbeda.

Perlu diketahui bahwa jaringan khusus dan packet-switched mempunyai sambungan koneksi yang selalu tersedia ke dalam jaringan

Sementara jaringan circuit-switched pertama harus membuat jalur koneksi terbentuk terlebih dahulu antar piranti (melalui dial-up).


F.    Konsep Jaringan Wide Area Network (WAN)
Diagram dibawah ini adalah konsep jaringan WAN yang umum dipakai mulai dari rumah pelanggan sampai central office dan cloud.
1.     DTE
DTE adalah Data Terminal Equipment yang berada pada sisi koneksi link WAN yang mengirim dan menerima data yang pada umumnya ada di rumah pelanggan dan sebagai tanda titik masuk yang membedakan antara jaringan WAN dan LAN.

DTE ini biasanya berupa Router, akan tetapi computer dan multiplexer juga bisa bertindak sebagai DTE. 

Secara luas, DTE adalah semua equipment yang berada pada sisi tempat si pelanggan yang berkomunikasi dengan DCE pada sisi yang lain.

2.     Demarc
Demarc adalah titik demarkasi dimana perkabelan dari perusahaan telepon terhubung ke perkabelan di sisi rumah pelanggan. 

Umumnya pelanggan bertanggung jawab penuh terhadap semua equipment disisi demark dan fihak Telkom bertanggung jawab semua equipment disisi lain dari demarc.

3.     Local Loop
Adalah perpanjangan kabel dari rumah ke kantor central telephone.

4.     Kantor Pusat (CO)
CO adalah fasilitas switching dan juga memberikan entry WAN cloud dan juga exit points untuk panggilan masuk dan keluar, dan juga bertindak sebagai switching point untuk meneruskan data ke CO lainnya.

CO juga memberikan layanan seperti switching sinyal telpon masuk menuju trunk line. CO juga berfungsi memberikan catu daya DC ke local loop untuk membentuk circuit electric.

5.     DCE
DCE adalah peralatan data circuit terminating yang berkomunikasi dengan DTE dan juga WAN cloud. 

DCE pada umumnya berupa router disisi penyedia jasa yang merelay data pesan antara customer dan WAN cloud.

DCE adalah piranti yang mensuplay sinyal clocking ke DTE. Suatu modem atau CSU/DSU disisi pelanggan sering diklasifikasikan sebagai DCE. 

DCE bisa serupa DTE seperti router akan tetapi masing-masing mempunyai perannya sendiri.

6.     PSE
PSE adalah packet switching exchange, suatu switch pada jaringan pembawa packet-switched. PSE merupakan titik perantara pada cloud.

7.     WAN cloud
Cloud adalah hirarkhi dari trunk, switch, dan central office yang membentuk jaringan sambungan telpon. 

Kenapa di presentasikan dengan Cloud karena struktur fisik bermacam-macam dan jaringan-jaringan dengan titik koneksi bersama bisa saling timpang tindih.


Sumber :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kolom Komentar Blog Kamu Bermasalah? Ganti Aja Dengan Disqus

Beberapa bulan lalu komentar blog ini bermasalah Tidak bisa membalas komentar orang yang sudah berkomentar Lalu saya coba googling u...