Sabtu, 29 Oktober 2016

Local Area Network (LAN) : Pengertian, Sejarah, Prinsip Kerja, Alat dan Bahan, Cara Instalasi, dan Perkembangannya



A.  Pengertian Local Area Network (LAN)
LAN (Local Area Network) adalah suatu perangkat jaringan yang menghubungan komputer yang satu dengan komputer lainnya pada daerah kecil seperti gedung perkantoran, universitas, atau bahkan rumah pribadi.

Jaringan yang menghubungan komputer yang satu dengan komputer lainnya menggunakan kabel (untuk menghubungkan 2 komputer ) dan router (untuk menghubungkan lebih dari 2 komputer ) sebagai penyambungnya.

Jaringan LAN



Contohnya komputer A dapat disambungkan dengan komputer B dengan menggunakan kabel LAN

Namun jika ingin menghubungan Komputer A dengan Komputer B, C dan D maka diperlukan sebuah router (alat pengubung).

Jaringan LAN berfungsi sebagai media penghubung antar komputer untuk bertukar data dan informasi sekaligus sebagai jembatan penggunaan perangkat komputer bersama (misal : printer). 

Jaringan LAN mempunyai berbagai macam bentuk rangkaian yang disebut dengan topologi. Beberapa topologi LAN diantaranya yaitu topologi bus, star, ring dan tree.

1.    Topologi Bus
Topologi Bus
 Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan. 

Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. 

Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

2.    Topologi Star
Topologi Star

Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub. 

Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server.

Maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan.

Bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. 

Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.

3.    Topologi Ring
Topologi Ring

Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. 

Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain.

Bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.

Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan.

Sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.

Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.

4.    Topologi Tree
Topologi Tree

Topologi tree atau berbentuk pohon merupakan gabungan dari ketiga node diatas. 

Sistem ini merupakan sistem yang biasa digunakan pada WAN atau Internet. Masing-masing topologi digunakan untuk kepentingan tertentu.

Misalnya adalah topologi star digunakan dalam satu LAN, banyak komputer dalam satu tempat menggunakan topologi ini. 

Sedangkan koneksi antara node server atau router dalam satu WAN menggunakan topologi ring, bus atau star, tergantung dari koneksi yang digunakan.

Sedangkan topologi ring banyak digunakan untuk backbone atau koneksi tulang punggung yang digunakan oleh penyedia jasa Internet.

Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. 

Seperti halnya saluran pelanggan telepon yang dipakai di daerah pedesaan, jaringan LAN sering menggunakan teknologi transmisi kabel tunggal.

Jaringan LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps dengan delay rendah (puluhan mikrosekon) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. 

Jaringan LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit per detik.

Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :
·        Mempunyai pesan data yang lebih tinggi 
·        Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
·        Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi
·        Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.

B.  Sejarah Local Area Network (LAN)
Jaringan LAN ditemukan pada tahun 1940-an. Saat itu ada sebuah penelitian di Amerika yang membahas tentang pemanfaatan sebuah komputer secara bersamaan. 

Selanjutnya di tahun 1950-an kala itu jenis komputer mulai membludak sampai terciptanya sebuah super-computer.

LAN tahun 1950

Harga perangkat komputer yang semakin mahal membuat para pengguna menuntut industri komputer agar membuat sebuah terminal yang terhubung melayani beberapa perangkat komputer. 

Dari sinilah muncul sebuah konsep sebuah distribusi proses berdasarkan waktu atau dalam bahasa ingris disebut Time Sharing System (TSS).

Proses ini berkembang menjadi proses distribusi yang mana beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri di setiap komputer. 

Dan akhirnya pada saat harga komputer mulai menurun, mulailah berkembang suatu jaringan lokal yang bisa disebut dengan jaringan LAN.

Meningkatnya permintaan dan penggunaan komputer di universitas-universitas dan laboratorium penelitian pada akhir tahun 1960 yang menghasilkan kebutuhan untuk menyediakan interkoneksi berkecepatan tinggi antara sistem komputer.

Cambridge Ring (jaringan komputer) dikembangkan di Cambridge University pada tahun 1974 tetapi tidak pernah dikembangkan menjadi produk komersial yang sukses.

Ethernet dikembangkan di Xerox PARC sekitar 1973-1975, dan diajukan sebagai US Patent 4063220. 

Pada tahun 1976, setelah sistem ditempatkan di PARC, Metcalfe dan Boggs menerbitkan sebuah makalah, “”Ethernet: Distributed Packet-Switching for Local Computer Networks”.

ARCNET dikembangkan oleh Datapoint Corporation pada tahun 1976 dan diumumkan pada tahun 1977. 

Itu adalah instalasi komersial pertama pada bulan Desember 1977 di Chase Manhattan Bank di New York.

C.  Prinsip Kerja Local Area Network (LAN)
LAN dapat definisikan sebagai network atau jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon.

Melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri.

Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh lokasi secara fisik.

Adapun penggunaan LAN itu sendiri mengakibatkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. 

Kerja sama ini semakin berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama.

LAN yang umumnya menggunakan hub/switch, akan mengikuti prinsip kerja hub itu sendiri. 

Dalam hal ini adalah bahwa hub tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast.

Dan juga karena hub hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus menunggu. 

D.  Alat dan Bahan Instalasi Jaringan Local Area Network (LAN)
Berikut adalah beberapa alat dan bahan untuk instalasi jaringan LAN.
1.    Tang Crimping
Tang Crimping
Berfungsi sebagai alat pemasang antar kabel UTP ke konektor RJ-45/RJ-11. Tidak hanya itu, alat ini juga mampu digunakan untuk memotong dan mengupas kabel.

2.    LAN Tester
LAN Tester

Berfungsi sebagai alat pengecekan apakah kabel UTP sudah tersambung dengan benar ke konektor RJ-45/RJ/11.

3.    RJ-45
RJ-45

Berfungsi sebagai konektor kabel UTP. Biasanya konektor ini sering digunakan dalam topologi jaringan komputer LAN

4.    Kabel UTP
Kabel UTP

Berfungsi sebagai kabel pada sebuah sistem jaringan LAN. Kabel UTP atau singkatan dari Unshielded Twisted Pair memiliki impedansi sekitar 100 ohm

Dan juga dibagi menjadi ke dalam beberapa kategori berdasarkan kemampuannya sebagai penghantar data.

5.    NIC card atau Network Interface Card
   NIC card atau Network Interface Card

Merupakan sebuah kartu jaringan yang berfungsi sebagai jembatan antar satu komputer dengan komputer lainnya dalam satu jaringan.

6.    Ethernet Card
  Ethernet Card

Ethernet Card adalah sebuah adapter untuk mencolokkan kabel ethernet sehingga komputer bisa tersambung menuju jaringan. 

Biasanya, pada komputer-komputer terbaru, kartu ini telah disematkan secara onboard sehingga Anda tidak perlu untuk membeli lagi.

7.    Ethernet Cable
Ethernet Cable

Ethernet Cable yaitu kabel yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke router atau bisa juga komputer satu dengan komputer lain.

Ujung pada kabel ini diberi sebuah konektor yang disebut RJ-45. RJ-45 memiliki 2 settingan, yaitu straight dan cross. 

Straight digunakan untuk menghubungkan komputer ke router sedangkan cross digunakan untuk menyambungkan komputer langsung dengan komputer.

8.    Server
Server
Server merupakan perangkat keras yang berfungsi menyediakan berbagai layanan kepada komputer client.Adapun layanan yang dapat di berikan antara lain sebagai berikut:
·        Disk server
Layanan yang menyediakan ruang hardisk yang dapat di akses oleh setiap komputer client.

·        File server
Layanan yang menyediakan akses terhadap file yang dapat di akses dan selanjutnya dapat dimodifikasi/di update

·        Printer server 
yang menyediakan layanan fasilitas pencetakan yang terhubung dengan komputer server.

9.    Workstation Client
Workstation Client

workstationclient merupakan komputer yang langsung di gunakan oleh pengguna dalam melakukan pekerjaan sehari-harinya.

Workstation/client menjalankan beragam sistem operasi dan merupakan bagian dari jaringan yang ada.

10. Hub
 Hub

Hub merupakan perangkat yang banyak di gunakan dalam topologi star.Hub bertindak sebagai pusat/consentrator dalam jaringan dan akan selalu menerima dan mengirimkan data ke semua client.

11. Switch
Switch

Switch, berbeda dengan router, switch berfungsi untuk menghubungkan masing-masing komputer pada sebuah jaringan LAN. 

Switch merupakan perangkat hasil pengembang dari hub. Hub hanya menerima data dan mengirimkan kembali ke semua komputer client.walaupun komputer tidak membutuhkan data tersebut.

12. Repeater
Repeater

Repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal jaringan ketika mencapai jarak yang sangat jauh.
    
    Dengan demikian,sinyal yang tadinya lemah dapat di perkuat kembali dan disalurkan ke tempat lain sehingga dapat menjangkau area yang sangat luas.

13. Bridge
Bridge

Bridge berfungsi untuk menghubungkan satu segmen jaringan dengan segmen jaringan yang lain.
    
    Bridge yang baik  umumnya hanya meneruskan dan mengirimkan data kepada komputer/client yang menjadi tujuannya.

14. Router
Router

Router memiliki fungsi yang sama dengan bridge,namun router memiliki kemampuan lain, yaitu dapat menentukan keputusan rute terbaik yang harus di tempuh data,sehingga data dapat sampai ketujuan lebih cepat.

15. Modem
Modem

Jika Anda ingin menghubungkan jaringan anda ke internet, maka Anda juga harus membeli sebuah modem. 

Jika Anda tidak membeli sebuah modem, maka komputer Anda hanya bisa berkomunikasi dengan komputer lain yang terdapat pada jaringan LAN tersebut.

E.  Cara Instalasi Jaringan Local Area Network (LAN)
Berikut beberapa langkah-langkah/cara instalasi jaringan Local Area Network (LAN).

1.    Menghubungkan Kabel dengan Konektor
Hubungkan kabel UTP sesuai dengan salah satu jenis jaringan dibawah ini.
Menghubungkan Kabel dengan Konektor

Jaringan peer-to-peer menggunakan kabel bertipe Crossover
Jaringan client-server menggunakan kabel bertipe Straight

Dalam jaringan komputer ada beberapa tipe kabel yang biasa digunakan  untuk membuat suatu jaringan, yaitu:

·        Thin Ethernet (Thinnet)

Thin Ethernet (Thinnet)

Pada tipe pengkabelan Thin Ethernet atau Thinnet mempunyai kelebihan pada biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, juga teknik pemasangan komponennya lebih mudah. 

Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 รข€“ 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.

·        Thick Ethernet (Thicknet)
Thick Ethernet (Thicknet)

Pada tipe pengkabelan thick Ethernet atau thicknet, jika dibandingkan dengan Thinnet jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar

Tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit.

Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. 

Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.

·        Twisted Pair Ethernet
Twisted Pair Ethernet

Pada jenis pengkabelan Twisted Pair terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan unshielded. 

Jenis kabel Shielded merupakan jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan jenis kabel unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus.

Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. 

Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu pola star atau tipologi bintang.

Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax.

Karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi.

Saat ini ada beberapa grade, atau kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. 

Berjalan baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Kabel kategori 5 dapat dibuat straight-through atau crossed.

Kabel straight through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. 

Kabel crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB, Modem Broadband lansung ke PC (tanpa HUB)

Bisa juga menghubungkan dua komputer tanpa HUB. Panjang kabel maksimum kabel Twisted-Pair adalah 100 m.

·        Fiber Optic
Fiber Optic

Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. 

Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. 

Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.

2.    Pengujian Kabel
Alat Penguji Kabel

Setelah ujung-ujung kabel UTP terhubung dengan konektor, ujilah kabel tersebut menggunakan LAN tester. 

Apabila semua lampu indikator LAN tester menyala secara tepat sesuai dengan jenis kabel. 

Maka kabel dinyatakan lolos untuk masuk ke tahapan instalasi berikutnya.

3.    Konfigurasi Computer Name dan Workgroup pada Jaringan LAN
Konfigurasi Computer Name dan Workgroup pada Jaringan LAN
 Langkah pertama yaitu klik start lalu klik kanan pada My Computer kemudian pilih properties. 

Kedua, muncul jendela properties, klik change settings pilih change.

Ketiga, klik workgroup kemudian masukkan nama workgroup sesuai keinginan. 

Setelah selesai klik Ok.

4.    Setting IP Address
Berfungsi untuk menentukan alamat dari sebuah jaringan. Caranya mudah, klik start terlebih dahulu kemudian pilih control panel. 

Muncul jendela control panel, klik Network and Internet Connection pilih Network Connection. 

klik kanan NIC yang sedang aktif (Local Area Network) kemudian pilih properties. Pilih Internet Connection (TCP/IP) dengan double klik.

Kemudian muncul jendela Internet Protocol (TCP/IP) Properties, pilih Use the following IP address.

Setting IP Address

Isikan dengan alamat yang digunakan, misal:
Ip address : 192.168.1.101
Subnet mask : 255.255.255.0
Default gateway : 192.168.10.1
DNS: Biarkan saja kosong
Terakhir klik Ok.


5.    Uji Coba Jaringan LAN
Uji Coba Jaringan LAN

Cara mengujinya dengan ping melalui Command Prompt. Ketikkan ip address yang dituju, misal ping 192.168.1.102. 

Jika tertulis Reply from… maka instalasi jaringan LAN dinyatakan berhasil. 

Sedangkan jika tertulis Request Time Out maka instalasi jaringan LAN dinyatakan belum berhasil.


F.   Perkembangan Jaringan Local Area Network (LAN)
Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. 

Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.

Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. 

Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. 

Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.

Jaringan wireless LAN adalah sebuah jaringan Local Area Network yang tidak menggunakan kabel sebagai penghubung melainkan menggunaka frekuensi transmisi radio sebagai penghubungnya. 

Karena transmisi jaringan wireless LAN adalah menggunakan gelombang radio, membuatnya lebih praktis digunakan dan dapat menjangkau tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh kabel. 

Karena jaringan wlan adalah jaringan nirkabel, maka akan sangat mendukung bagi penggunanya untuk mobile selama masih berada dalam jangkauan sinyal radio wireless LAN.

1.    Cara Kerja Wireless LAN
Cara kerja wireless LAN adalah dengan mengirimkan paket data ke alamat tujuan melalui gelombang radio. 

Ada tiga komponen penting dalam sebuah jaringan wireless LAN yaitu format data, sinyal radio dan sruktur jaringan.

Masing-masing komponen itu berdiri sendiri-sendiri dalam fungsinya, sehingga untuk menggabungkan ketiganya agar dapat ditransmisikan kita membutuhkan alat bantu yang mampu menghubungkan ketiganya.

Wireless router memungkinkan untuk mengatur hubungan wireless melalui sebuah akses point.

Dan secara otomatis akan membuat alamat yang berbeda antar pengguna sehingga user dapat saling melakukan komunikasi satu dengan yang lainnya.

2.    Frekuensi Wireless LAN
Saat ini, frekuensi yang digunakan untuk aplikasi wireless LAN adalah, secara umum adalah 2.4 Ghz dan 5.8 GHz.

Dan secara internasional termasuk dalam wilayah bebas lisensi sehingga dapat dipergunakan bersama oleh public sebagai frequency sharing.

Oleh karenanya, belakangan banyak negara berkembang yang menggunakan frekuensi itu untuk kebutuhan telekomunikasinya terutama untuk tempat-tempat yang sangat sulit dijangkau oleh jaringan kabel.

3.    Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Wireless LAN
Faktor yang berpengaruh pada kelancaran wireless LAN adalah interoperability, yaitu kemampuan bekerjasama antara peralatan yang satu dengan yang lain.  

Jarak, yaitu jarak pancaran sinyal radio seberapa kuat dan seberapa jauh.

Kepekaan radio, yaitu seberapa kepekaan radio terhadap pengiriman data. Throughput yaitu laju kecepatan radio.  

Aksesori lain yaitu seperti pigtail, adapter, kabel, antena, dan card radio, dan sumber daya.

Beberapa faktor lain yang dapat memberikan pengaruh terhadap jaringan wireless LAN adalah fitur-fitur yang tersedia yang dihasilkan dari susunan komponen-komponen pendukung aplikasi wireless LAN.

Dalam hal ini misalnya dukungan terhadap POE, NAT, software monitor bandwidth, menyediakan enkripsi, dan fitur lainnya yang diperlukan untuk mendukung desain jaringan yang diinginkan.

Saat ini,diantara kelebihan wireless LAN adalah sudah semakin maju dan semua perangkat yang digunakan untuk mendukung kebutuhan jaringan sudah tersedia di pasaran.

Interfacenya pun juga lebih user friendly dan untuk kompatibilitas antara perangkat yang satu dengan yang lainnya sudah lebih baik. 

Hal ini akan semakin memudahkan perencanaan dan implementasi jaringan. Kemajuan teknologi wireless LAN yang ada saat ini memungkinkan siapa saja untuk mendapatkan solusi.

4.    Komponen Wireless LAN
Beberapa komponen Wireless LAN adalah sebagai berikut :
·        Access Point
Access Point

Alat untuk mentransmisikan data. Fungsinya mengirim dan menerima data sebagai buffer data. 

AP menkonversi sinyal frekuensi radio menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel atau disalurekan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversi ulang menjadi sinyal frekuensi radio.


·        Antena External
Antena External

Digunakan untuk memperkuat daya pancar


·        Wireless LAN Interface
Wireless LAN Interface

Merupakan alat tambahan yang dipasangkan pada PC.Disebut juga sebagai Wireless LAN Adapter USB.

·        Mobile / Desktop PC
Mobile / Desktop PC
Perangkat akases yang sudah harus terpasang media Wireless LAN Interface baik PCI ataupun USB.


5.    Kelebihan Wireless LAN
Wireless LAN, user dapat membagi akses informasi tanpa harus direpotkan dengan kabel ke jaringan.

Wireless LAN menawarkan beberapa kelebihan seperti produktivitas, kenyamanan, dan keuntungan dari segi biaya bila dibandingkan dengan jaringan kabel konvensional

·        Mobilitas: kelebihan Sistem wireless LAN karena dapat menyediakan user dengan akses informasi yang real-time, dimana saja dalam suatu organisasi. 

  Mobilitas semacam ini sangat mendukung produktivitas dan peningkatan kualitas pelayanan apabila dibandingkan dengan jaringan LAN kabel

·        Instalasi Cepat Dan Mudah:
Instalasi sistem wireless LAN bisa berlangsung dengan cepat dan sangat mudah mengaplikasikannya dan bisa mengeliminasi kebutuhan penarikan kabel yang rumit

·        Instalasi fleksibel:
Teknologi wireless memungkinkan suatu jaringan untuk bisa mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dicapai dengan jaringan kabel.

·        Penurunan Biaya:
Meskipun investasi awal yang dibutuhkan oleh wireless LAN untuk membeli perangkat hardware bisa lebih tinggi daripada biaya yang dibutuhkan oleh perangkat wired LAN hardware.

Namun bila diperhitungkan secara keseluruhan, instalasi dan biaya perawatan dan pemeliharaannya, maka secara signifikan jauh lebih murah. 

Dan bila digunakan dalam lingkungan kerja yang dinamis yang sangat membutuhkan seringnya pergerakan dan perubahan yang sering.

Maka keuntungan jangka panjangnya pada jaringan WLAN akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan LAN Kabel.

·        Skalabilitas:
Sistem wireless LAN dapat  dikonfigurasikan dalam berbagai tipe topologi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam. 

Dapat dengan mudah merubah konfigurasinya Mulai dari jaringan peer-to-peer yang sesuai untuk jumlah pengguna yang kecil sampai kepada infrastruktur yang lebih kompleks.

Yang mampu melayani ribuan user dan memungkinkan roaming dalam wilayah yang luas



Sumber :
http://www.pengertianpakar.com/2015/05/pengertian-lan-local-area-networks.html
http://ensiklopediasli.blogspot.co.id/2015/09/mengenal.jaringan.komputer.lan.local.area.network.html
https://wizamisasi.com/cara-instalasi-dan-pengertian-jaringan-lan/
http://wikitekno.net/2016/01/lan.html
https://komputermesh.blogspot.co.id/2014/11/perangkat-keras-jaringan-komputer-lan.html
http://belajar-komputer-mu.com/artikel-pengenalan-jaringan-local-komputer-lan-local-area-network/
http://dct.co.id/home/artikel/265-pengertian-wireless-lan-adalah-fungsi-dan-penerapannya.html
http://jaringankomputer.org/wireless-lan-pengertian-cara-kerja-dan-kelebihan-wireless-lan/
https://tukshareaja.wordpress.com/2013/11/03/mengenal-apa-itu-wireless-lan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kelebihan dan Kekurangan Antivirus Smadav

Smadav adalah perangkat lunak antivirus yang ditujukan untuk mengatasi varian virus komputer lokal maupun internasional yang menye...