Jumat, 29 April 2016

Printer : Sejarah dan Jenis-Jenisnya




A.   Sejarah Printer
Perkembangan percetakan atau teknik cetak-mencetak sudah dimulai pada abad ke-14 secara sederhana di Cina. Orang-orang Cina berhasil melakukan inovasi menciptakan tinta dan block printing yg berpengaruh besar terhadap tradisi tulisan.

Tapi perkembangan teknik cetak di Cina masih kalah dengan perkembangan di Eropa. Karena alfabet Cina memiliki tingkat kesulitan yang tinggi jika diterapkan di mesin tik, dengan ribuan ideogram spesifik. Sehingga hampir gak ada perubahan dalam hal efisiensi produksi di Cina dibandingkan dengan Eropa.

Dan pada awal tahun 1950-an, terjadi perkembangan budaya di Eropa yg membuat kebutuhan proses produksi dokumen tulisan cepat dan murah. Seorang tukang emas dan usahawan asal Jerman, Johannes Guternberg berhasil mengembangkan teknologi mesin pencetak secara revolusioner. Penemuan mesin cetak ini memungkinkan Alkitab jadi buku pertama yang diproduksi secara massal.

Printer system inkjet (Inkjet Printer dan Printer Ink Cartridge) ini pertama diperkenalkan pada tahun 1984. Tugas pencetakan dokumen dan penggantian ink cartridge lebih sering dipergunakan, dengan hasil cetakan yg lebih bersih dari pada pita atau pengisian toner cartridge.

Pada tahun 1984, Walaupun Penerimaan system initahun 1984 belum terlalu diminati seperti saat ini, tapi Printer inkjet menggantikan printer system dot matrik, yg kemudian pabrik-pabrik printer mulai mengkonsep teknologi inkjet sesuai dengan tuntutan kemajuan. Pada tahun 90-an, metode inkjet tersebar luas.

Saat ini metode cartridge diperlukan untuk mencetak hitam putih, gambar dan photo warna. Perkembangan ink cartridge mampu menghasilkan cetakan di atas kertas yg berbeda jenis dan ukuran.

printer

Printer dengan kecepatan tinggi pertama kali di kembangkan oleh Remington-Rand pada tahun 1953, yg digunakan di UNIVAC computer. Chester Carlson memperkenalkan proses cetak basah yg disebut "Electrophotography" pada tahun 1958, yg kemudian hari dinamakan "Xerox", dan kemudian berkembang menjadi penemuan teknologi "Printer Laser".

Mulai tahun 1969, Printer Laser dinamakan "EARS" dikembangkan di Xerox Palo Alto Research Center, dan selesai pada bulan November tahun 1971. Tenaga ahli Xerox 'Gary Starkweather' mengadopsi teknologi copy Xerox menjadi Printer Laser. Produk printer laser pertama Xerox dengan teknologi xerographic laser "Xerox 9700" di rilis tahun 1977.

IBM memulai teknologi system printer kecepatan tinggi ini pada tahun 1976, pertama dipasang pada kantor pusat akunting di F.W. Woolworth’s North American data Center di Milwaukee, Winconsin, pada produk pertamanya "IBM 3800", mengkombinasikan teknologi laser dan electrophotography.

Sedangkan Hewlett-Packard (HP) menggunakan printer kecepatan tinggi ini pada Tahun 1992, denagn memperkenalkan "LaseJet 4" yang terkenal, menggunakan resolusi 600 x 600 dot per inch (dpi). Dan hingga saat ini sudah banyak merek yang memproduksi Printer dengan berbagai jenis. Mulai dari XEROX, IBM, HP, Canon, Epson, dll.

 
B.   Jenis-Jenis Printer
1.     Printer Dot Matrix
Printer Dot Matrix merupakan printer yang menggunakan pita sebagai alat percetakan. Karena menggunakan pita untuk menampilkan output ke kertas, hasil percetakan printer dengan dot matrix agak kasar dan kurang bagus. Dengan menggunakan printer ini, cetakan dapat langsung dirangkap dengan karbon.
Printer Dot Matrix

Sebab sistem pencetakannya masih menggunakan sistem ketukan. Berhubung menggunakan pita sebagai sumber warnanya, maka warna yang dapat dihasilkan pun tidak bervariasi. Hanya hitam, biru, dan merah saja. Dan jarang sekali yang dapat menggunakan ketiga warna ini secara sekaligus.

Resolusi cetaknya masih sangat rendah, karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik yang saling berhubungan. Kecepatan kinerja printer jenis ini diukur dengan jumlah karakter yang bisa dicetak per detik dengan satuan cps (character per second). Beberapa printer jenis ini berkecepatan 500 cps.

Untuk menghubungkan dengan CPU masih menggunakan port pararel. Meskipun saat ini teknologi printer sudah semakin canggih, namun printer dot matrix masih diproduksi. Sebab printer dot matrix dapat digunakan untuk mencetak dokumen tembusan, yang biasanya digunakan untuk membuat kwitansi, bon, dan dokumen keuangan lainnya.

2.     Printer Ink Jet - Desk Jet - Buble Jet
Inkjet Printer adalah alat cetak yang menggunakan tinta untuk mencetak. Inkjet yang tersedia di pasaran saat ini memiliki kemampuan untuk mencetak sampai ukuran kertas yang sangat besar, dan dengan kualitas yang sangat baik.

Printer Ink Jet - Desk Jet - Buble Jet

Resolusi printer inkjet saat ini dapat mencapai 5760×1440 dpi. Pada printer jenis Ink jet menggunakan teknologi dor on demand, yaitu dengan cara menyemprotkan titik titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle atau lubang pipa yang sangat kecil.

Teknologi lainnya yang dikembangkan oleh produsen printer seperti Canon dan HP dengan menggunakan panas, panas tersebut dapat membuat gelembung-gelembung tinta sehingga jika semakin panas akan semakin menekan tinta ke nozzle yang ditentukan dan tercetak pada kertas. Karena menggunakan tinta cairan hasil cetaknya menunggu beberapa detik agar bisa kering.

Jenis printer ink jet ini penempatan dan pengisian tintanya bisa dimodifikasi dengan teknik infus, yaitu dengan menambahkan tabung tinta khusus pada bagian luar printer dan disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer.


3.     Printer Laser Jet
LaserJet merupakan jenis printer yang paling bagus kualitasnya di banding dua jenis printer sebelumnya. Alat mencetaknya tidak menggunakan tinta melainkan menggunakan bubuk toner dan pencetakan menggunakan infra merah.
Printer Laser Jet

Printer ini juga menawarkan kecepatan pencetakan yang tinggi. Bahkan mesin yang tergolong kelas rendah dari golongan laser inipun masih memiliki kecepatan yang tinggi dibandingkan dengan printer Ink Jet atau Dot Matrix. Minimal dua kali lebih cepat dari printer inkjet. Kerja printer laser mirip dengan mesin fotocopy, yaitu menggunakan photographic drum. Kualitas cetakan yang dihasilkan selain cepat juga cukup tajam.

Printer laser sangat tepat digunakan bagi mereka yang frekuensi mencetaknya sangat tinggi. Biasanya adalah perkantoran perkantoran. Namun, tidak menutup juga home user menggunakan printer laser. Hanya saja untuk printer laser berwarna yang kualitasnya sama dengan inkjet, harganya dapat dua kali lebih besar dari printer inkjet itu sendiri.


4.     Thermal Printer
Thermal printer sangat berbeda dan berbeda dari printer inkjet normal atau bahkan printer laser. Sama seperti namanya, thermal printer menggunakan panas untuk mencetak diatas kertas, bukan cartridge tinta yang biasa digunakan oleh printer jenis lainnya. Dengan teknologi ini, membuat thermal printer tidak bising (malahan beberapa jenis tidak mengeluarkan suara).
Thermal Printer

Printer ini juga dapat mencetak sangat cepat karena tidak menggunakan pin-pin seperti pada dot matrix printer. Printer ini memiliki harga yang lebih tinggi diatas dot matrix, namun justru dengan kelebihan yang dimiliknya tadi menyebabkan thermal printer banyak dipakai.

Sumber
http://www.stardataservice.com/2013/03/sejarah-printer-teknologi-printing.html
http://simplerat3.blogspot.co.id/p/blog-page_14.html
https://pixabay.com/en/laser-printer-printer-149815/
https://pixabay.com/en/printer-computer-hardware-inkjet-159612/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

41 Istilah Kamera Digital yang Perlu Diketahui Para Pecinta Fotografi

Banyak orang yang menyukai kamera digital. Bukan saja mereka yang berprofesi fotografer, atau mereka yang hobi fotografi. Ternyata k...